oleh

MERAWAT LADANG KEHIDUPAN

KARYA : MARIA GS RATNA  -)Direktris LSM SOPPAN (Solidaritas perjuangan Perempuan Advokasi korban kekerasan) -)Ketua Komunitas UMKM Gempur Gejur

Nikmatnya Selai dan Harum Aroma Nenas Kisol

Romo Vikep Borong,Pastor Paroki Kisol dan Pastor Paroki Sok,bersinergi dalam pemberdayaan Ekonomi Kreatif Perempuan Kevikepan Borong

Di wilayah Manggarai Timur, ada banyak hasil pertanian sesuai kesuburan tanahnya. Ada jagung, sorghum, kopi, pisang dan banyak sayuran serta buah-buahan. Daerah Kisol dikenal dengan hasil buah nenas dan buah rambutan yang sangat enak. Masyarakat menanam di kebun dan pekarangan, dan hasilnya istimewa berlimpah, dibanding daerah lain di Manggarai dan Manggarai Timur.  Kelimpahan hasil nenas itu untuk konsumsi keluarga dan ada yang dijual ke pasar selama ini secara tradisional.

Beberapa saat lalu, Romo Vikep  Borong, Romo Simon Nama Pr. meminta saya terlibat untuk memfasilitasi para ibu petani dalam mengolah hasil buah nenas menjadi selai Nenas. Harapannya, agar produk kreatif ini bisa dijual dan menjadi sumber ekonomi para ibu  dan keluarga. Pelatihan pun dilakukan, para ibu peserta sangat bersemangat, lalu banyak hal kami belajar bersama Romo Vikep bersinergi dan berkolaborasi dengan Pastor Paroki Kisol Rm Gusty. Pr dan Pastor Paroki Sok, Pater Gabriel untuk program pemberdayaan ekonomi perempuan melalui UMKM.

Hal utama yang saya ingatkan adalah mengenal kebutuhan pasar, agar bisa layak jual dan laris manis bagi konsumen. Inilah pemahaman awal yang saya jelaskan, karena pasar yang mau diakses adalah pasar zaman now, online market dengan sarana informasi digital.

Nenas Manggarai

Selanjutnya, saya jelaskan perlunya beberapa hal berikut yakni kualitas produk selai nenas, kemasan yang aman dan sehat, label yang menarik, ada sertifikasi produk halal dari instansi terkait, jaringan pemasaran dan promosi serta kesediaan kerjasama dengan berbagai pihak.

Jadi, agar bisa mendapat hasil dan manfaat ekonomi dari olahan nenas, perlu perubahan cara berpikir, meningkatkan ketrampilan dan terus belajar tentang UMKM zaman digital ini. Dan jelaslah perlu sarana pendukung dan modal usaha. Saat pelatihan, semua sarana produksi selai disediakan, juga kemasannya, sehingga pelatihan berjalan lancar.

Aroma nenas yang wangi dan selai yang nikmat dihasilkan dari pelatihan ini. Para ibu peserta semangat dan terlibat aktif. Saya maklumi bahwa masing-masing memiliki kapasitas berbeda, baik dari ketrampilan dan pengetahuan, maupun sarana dan modal pendukung. Ini baru proses awal, kiranya menjadi langkah penting untuk keberlanjutan, sebagai program dari Kevikepan Borong dan Paroki Kisol.

Dari nikmatnya selai dan wangi nenas Kisol, saya meyakini ada sebuah peluang untuk diraih oleh para ibu petani. Sebuah potensi hasil pertanian yang menjamin keberlanjutan produk UMKM yakni Selai Nenas Kisol. 

Selai Nenas

Jika dukungan beberapa pihak, seperti Kevikepan Borong dan Paroki Kisol, juga pihak modal seperti Koperasi dan Bank NTT  bisa dibangun, maka semangat dan harapan para ibu petani di Kisol dapat ditingkatkan dan diwujudkan. Maka, pasti perlu sejumlah pelatihan lanjutan, sehingga sungguh menjadi produk unggul UMKM untuk mengakses pasar digital online. Kesempatan terbuka, dan jika diperjuangkan dengan tekun, maka pasti bisa meraih sukses.

Hasil selai nenas Kisol sudah nyata bisa dibuat saat pelatihan. Nenas di kebun petani terus berproduksi. Namun, pelatihan meningkatkan ketrampilan sebagai UMKM, sangat perlu dilanjutkan dan ditingkatkan. Mulai dari kemauan mengubah diri dengan cara berpikir baru, lalu melatih ketrampilan mengolah produk selai nenas yang berkualitas, aman dan enak bagi konsumen. Lalu, latihan membuat kemasan aman dan label yang menarik, serta sertifikat halal.

Selanjutnya, sangat penting membangun jaringan pemasaran dan promosi, kerjasama modal usaha serta manajemen produk dan keuangan. Hemat saya, dengan dukungan sejumlah pihak, seperti lembaga agama dan pemodal, serta Disperindagkop Manggarai Timur dan instansi pemerintah terkait, maka usaha para ibu petani bisa berhasil nanti.

Nikmatnya selai dan wangi aroma nenas Kisol  sungguh menjanjikan dan potensi nyata yang berpeluang besar untuk peningkatan ekonomi keluarga. Usaha tekun dengan doa selalu, kemauan kerja keras bersama, dalam relasi saling menopang dan berbagi untung, adalah prinsip dan nilai yang harus dimiliki para ibu. Kompetisi zaman sekarang menuntut jaminan kualitas diri dan kualitas produk, karena kreasi, inovasi dan kerjasama. Juga kejujuran dan keterbukaan dalam menjamin kualitas informasi, berbagi manfaat serta manajemen keuangan.

Semangat kearifan budaya dan nilai iman, kiranya menjadi andalan dalam usaha apa pun, khusunya UMKM zaman sekarang. Saya berkomitmen untuk terlibat mendukung sejauh kemampuan yang dimiliki, karena keyakinan akan sukses. Bersama para ibu, saya merasakan kesamaan keadaan, serta tekad mau keluar dari persoalan ekonomi, dengan menggunakan potensi yang dimiliki di lingkungan keluarga dan alam setempat.Harum Aroma Nenas Kisol dan Nikmat Selai Nenas Kisol  menjanjikan sebuah harapan untuk sukses bersama.

Ya Allah Pencipta Semesta Alam,Syukur atas alam yang kaya dan memberi hasil bagi kami petani.Terimakasih atas Rahmat kehidupan hingga saat ini.Untuk memenuhi aneka kebutuhan keluarga, para ibu sedang berjuang mengolah hasil ladang, agar bisa mendapatkan sumber ekonomi yang baru.Berkatilah segala usaha dan berilah hasil berlimpah bagi kami. Terpujilah keagungan cintaMu, selamanya. AMIN

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed