oleh

MERAWAT LADANG KEHIDUPAN

KARYA : MARIA GS RATNA – Owner Brand Rebok Siki Seko Jagung,Daun Kelor serta UMKM Olahan Hasil Ladang seperti Jagung,cabai,Pisang dll. – Direktris Yayasan Solidaritas Perjuangan Perempuan Advokasi Korban Kekerasan (SOPPAN) Kabupaten Manggarai.

Bergulat Mensyukuri Waktu Hidupku

23/09/22

Gambar Ilustrasi

Semakin berumur, semakin disadari, bahwa saya mengalami hidupku dalam ruang dan waktu. Lalu, saat merenung, saya menyimpulkan bahwa yang saya perjuangkan setiap detik adalah bergulat memberi makna bagi kehidupanku di tengah sesama dan alam, dalam misteri Sang Pemilik kehidupan. Saya berkesimpulan bahwa yang dilakukan setiap detik adalah perjuangan menjahit suka duka dalam ruang dan waktu. Menurut saya, kemampuan bersyukur dan terimakasih adalah sebagai jarum dan benang untuk menjahit kehidupanku.
Entah nanti jadi apa,
antara harapan dan kenyataan, antara rencanaku dan kehendak Sang Pemilik kehidupan.

Masa kecil tumbuh kembang dalam keluarga, saya mengalami banyak hal yang ternyata menjadi bekal pribadi pada masa dewasa. Keluarga menjadi pemberi jarum dan benang bagi diriku, pendidik bagi ketrampilan menjahit suka duka kehidupan. Lalu, pada saat belajar di sekolah, para guru membuat pikiran bisa lebih terbuka dengan ilmu pengetahuan. Waktu berjalan, saya tumbuh kembang dan belajar menjadi semakin mengenal diri pribadi, mengetahui dan lebih mengerti lingkungan sekitar, terus melatih ketrampilan diri dalam banyak kegiatan. Belajar adalah proses yang tidak pernah berhenti selama hidup. Keadaan ruang dan waktu yang berubah, menuntut kemampuan pribadi untuk bisa menyesuaikan diri, lalu membuat keputusan demi hidup.

Ketika terlepas dari keluarga, harus mandiri bekerja lalu berkeluarga, proses belajar tidak berhenti, melainkan semakin bertambah. Belajar mengenal dan memahami suami dan anak, belajar melayani sebagai istri dan ibu, belajar membangun relasi dengan semakin banyak pihak; tetangga, keluarga suami, relasi di tempat kerja, di komunitas sosial budaya, politik dan ekonomi serta agama. Belajar menjahit suka duka kehidupan.

Sekarang melewati umur emas, sebagai perempuan, ibu dan oma, ternyata proses belajar tidak berhenti, karena kehidupan terus berjalan dalam aneka perubahan. Perubahan dalam diri pribadi maupun sesama, zaman dan alam lingkungan. Perjuangan utama adalah membuat keputusan terbaik setiap detak waktu, agar kehidupan semakin bermanfaat dan menjadi berkat. Saya temukan bahwa jarum dan benang terbaik untuk menjahit suka duka hidup adalah syukur dan terimakasih. Itu tidak berarti hidup tidak ada persoalan, kesulitan, duka lara. Itu juga tidak berarti selalu sukses dan senang sejahtera.

Jarum benang syukur terimakasih ternyata kekuatan yang paling handal menjahit suka duka kehidupan, sehingga membuat mampu tersenyum, damai dan bahagia. Keadaan jiwa raga apa adanya, diletakkan dalam kekuatan doa dan relasi kokoh kuat dengan Kasih Tuhan. Tuhan-lah sumber kehidupan, penyelenggara Ilahi Maha Kasih dan tujuan kebahagiaan abadi. Terimakasih dan syukur menjadi jalan dan alat meraih tangan Kasih Tuhan, agar hidup ini bisa menjadi berkat.

Bergulat mensyukuri berkat Tuhan, dan berterimakasih pada sesama dan alam lingkungan yang mengalirkan Kasih Allah, adalah ungkapan refleksi atas ziarah hidup hingga saat ini. Sebuah hikmah dari pengalaman hidup, melewati suka duka dalam ruang dan waktu, untuk membuat setiap detik kehidupan bermakna. Semoga semakin bermanfaat bagi sesama sebagai berkat, dan makin layak berkenan di hadapan Sang Pemilik kehidupan ini.

Dalam perjuangan karya, doa dan refleksi saya yang demikian, teringat selalu syair lagu rohani yang berbunyi: “bila bebanmu terasa berat, hadapilah dengan senyum. Bila langkahmu terasa goyah, hadapilah dengan senyum. Tuhan lah penolong mu, Tuhan perisai mu, apabila kau bimbang akan semuanya, hadapilah dengan senyum”. Semuanya indah pada waktuNYA, bukan rencana diri yang harus terjadi, tetapi rencana dan kehendak Tuhan yang harus terjadi. Karena itu, perlu memiliki kesadaran selalu bersyukur dan berterimakasih dalam suka maupun duka, untung maupun malang, dengan doa yang tiada henti kepada Kekuatan Kasih Allah.

Ya Tuhan Allah, ke dalam Tangan Kasih-Mu kuserahkan seluruh hidupku. Ajarlah aku selalu mengandalkan-MU, sadarkan aku agar mampu bersyukur dan berterimaksih dalam semua pengalaman hidup ini. AMIN

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed