oleh

Sare Dame di Komunitas Atadei, Bupati Thomas Berpesan Pemimpin Belum Boleh Makan Sebelum Masyarakat Makan

SELASA,21 Februari 2022

Utusan masyarakat dari 15 Kampung berkumpul untuk merayakan eksplore budaya Sare Dame

KOPIFLOR.ID,LEMBATA -Ritual Sare Dame terus menggema dari desa dan kampung-kampung di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur. Seperti yang terjadi di komunitas adat Desa Atakore, Atadei pada Jumat, (18/2/22).

Dilansir dari media Paradiso.co.id,Utusan masyarakat dari 15 Kampung berkumpul untuk merayakan eksplore budaya Sare Dame. Kampung – kampung yang mengirimkan perwakilannya adalah Kampung Dulir, Kampung Lerek, Kampung Lewogroma, Kampung Atakore, Kampung Atawolo, Kampung Waiwejak, Kampung Atalojor, Kampung Karangora, Kampung Kolilerek, Kampung Kalikasa, Kampung Waimudaj, Kampung Bakan, Kampung Mudalerek, Kampung Lewaji, dan Kampung Paolo.

Ada sederet ritual adat digelar dengan ritual inti adalah Ritual Tugul Gawak. Acara dimulai sejak tanggal 14 Pebruari 2022 dengan ritual menyucikan daerah/tempat. Untuk menyucikan area ritual dipilih atau melalui Ritus Op Ihen. Sejak ritual itu dilakukan maka sejak itu pula masyarakat dan para tamu dilarang berkumpul atau bermain di area ritual tersebut.

Acara kemudian dilanjutkan pada Jumat, 18 Pebruari 2022. Di gerbang masuk Kampung Atakore, rombongan Bupati Lembata, Thomas Ola dan masyarakat adat utusan 15 kampung dijemput melewati dua ritual.

Ritual Bot Rota memulai penjemputan tamu. tujuan untuk mencegah roh-roh jahat agar tidak masuk ke dalam kampung atau tempat ritual.

Menyusul ritual Bot Rota, Bupati Lembata dan wakil setiap komunitas adat meminta izin kepada rumah untuk masuk tempat ritual.

Kuliner Khas Kabupaten Lembata. FOTO – IST.

Mereka berarak masuk desa dengan membawakan ayam, tuak, dan beras diiringi tarian hedung. Di tempat ritual Tugul Gawak, masing-masing komunitas menyerahkan barang bawaannya sebagai tanggungan untuk makan bersama Sare Dame.

Dalam acara makan siang, setiap warga membawa makanannya sendiri untuk dimakan bersama para tamu. Tanpa ribet, semua menu tamu makan sederhana, sehat, dan bersahabat dari bahan pangan lokal. Disinilah kuliner khas masyarakat Lembata diperkenalkan.

Kusumah, salah seorang penikmat budaya dari Jawa Timur mengaku bangga dengan ritual kekayaan dan budaya Lembata.

“Luar biasa budaya Lembata. Orang-orangnya sederhana tapi ritual-ritualnya penuh pesan moral yang tinggi,” pungkasnya.

Bupati Lembata, Thomas Ola dalam penutupan acara Sare Dame bersama Komunitas Atadei mengatakan, Atadei memiliki kekayaan budaya yang luar biasa. Pesan Moral yang disampaikan Bupati Thomas, adalah menjadi pemimpin belum boleh makan sebelum masyarakat makan, tidak boleh minum sebelum masyarakat minum, tidak boleh tidur sebelum masyarakat tidur dan harus bangun lebih dulu sebelum masyarakat bangun.(THC)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed