oleh

5 Fakta Patung Jokowi Naik Motor, Bakal Dipajang di Sirkuit Mandalika

16/02/2022, 12:58 WIB

Patung Presiden Joko Widodo naik motor karya Nyoman Nuarta yang sedang dalam proses patina atau pewarnaan bahan kimia (12/2/2022)
Foto Patung Presiden Joko Widodo naik motor karya Nyoman Nuarta yang sedang dalam proses patina atau pewarnaan bahan kimia (12/2/2022)

KOPIFLOR.ID,LOMBOK TENGAH – Sebentar lagi, masyarakat dapat melihat Patung Presiden Joko Widodo menaiki sepeda motor terpajang di kawasan Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Patung karya seniman Nyoman Nuarta ini rencananya akan dipajang di pintu masuk sebelah kanan Sirkuit Mandalika.

Seperti diketahui, Sirkuit Mandalika menjadi tempat penyelenggaraan MotoGP 2022, Maret mendatang. Patung tersebut kini sedang memasuki tahap penyelesaian. Berikut sejumlah hal yang perlu kamu ketahui tentang patung berwarna hijau kebiruan ini.

1. Patung diberi nama “speed” Awalnya, Nuarta dihubungi oleh Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR, Diana Kusumastuti, yang memintanya untuk membuat patung di pintu gerbang Sirkuit Mandalika, bertepatan dengan momen balapan MotoGP pada Maret 2022.

“Saya ditelpon oleh bu Dirjen Cipta Karya. Katanya di Mandalika perlu ada patung di pintu gerbangnya. Saya pikir kan di situ tempat balapan motoGP, dan Pak Jokowi hobinya naik motor, jadi cocok.” Demikian ungkap Nuarta kepada Kompas.com, Sabtu (12/02/2022).

Berkaitan dengan tempat balapan, ia menyebutkan bahwa patung ini dinamaka “Speed”. Nuarta ingin mengaitkan slogan ala Jokowi yaitu “Gas Pol” dengan patung buatannya yang seolah menggambarkan motor yang sedang melesat.

“Pak jokowi ini terkenal dengan Gas pol jadi saya kaitkan ke sana. Beliau kan bukan main ya pergerakannya, luar biasa.”

“Saya kagum lihat orang yang begitu kuat di masa pandemi, tetap bergerak ke daerah mana-mana,” ujar Nuarta. Tawaran membuat patung Jokowi diterimanya karena Nuarta memiliki pengalaman membuat sejumlah patung orang naik motor yang saat ini disimpan di Beijing. Tak hanya itu, Nuarta mengaku antusias mengerjakan patung ini karena melihat hobi naik motor unik untuk seorang presiden.

“Kebetulan Pak Jokowi hobinya naik motor. Saya baru lihat presiden yang naik motor, ya beliau ini,” ujarnya.

2. Dibuat dalam tiga minggu Mendekati pelaksanaan MotoGP Mandalika 2022, waktu pengerjaan patung yang diberikan hanya sekitar satu setengah bulan untuk menyelesaikan semua prosesnya. “Saya cari referensi yang (Pak Jokowi) pakai foto jaket G20. Waktunya memang singkat, kami kerjakan dalam tiga minggu ini sudah selesai,” terang Nuarta.

Pasalnya, ia juga memiliki sejumlah proyek lain. Namun mengingat patung ini disiapkan sebelum perhelatan MotoGP, Nuarta mendahulukannya. Meski begitu, ia tetap mengedepankan proses yang detail.

Pertamina Mandalika International Street Circuit

Foto Pertamina Mandalika International Street Circuit(Dok. Pertamina)

3. Dua kali lebih besar dari ukuran asli Saat ini, patung tersebut sedang melalui tahapan penyelesaian warna atau proses patina dengan bahan kimia. “Kami sedang finishing warnanya, proses chemical, patina supaya keluar warna kehijauannya.”

“Karena kalau logam di alam itu biasanya 15 tahun warnanya berubah, apalagi di pinggir laut khawatir jelek, jadi kami patina aja,” ujar pria lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) ini. Ia menambahkan, ukuran patung dibuat dua kali lebih besar dibanding ukuran aslinya. Tinggi patung direncanakan mencapai lima meter dengan panjang enam sampai tujuh meter.

“Patung ini ukurannya besar ya, dua kali motor biasa, supaya keliatannya persis seperti ukuran normal. Karena nanti pandangan kita dari jarak tertentu dan di alam terbuka pasti berbeda,” jelas Nuarta.

Untuk proses pengiriman, patung bisa diangkut dalam waktu sekitar seminggu bila cuaca bersahabat. Sambil menyiapkan untuk packing, tempat di Sirkuit Mandalika juga dipersiapkan. “Kalau semua selesai, besok atau lusa (Senin) sudah diberangkatkan. Karena di kapal kan enggak muat, jadi pakai jalur darat.

Patungnya besar dibagi dua nanti sudah sampai di sana baru dipasang”. Enam orang dari tim Nuarta nantinya akan ikut pergi ke tempat pemasangan patung. Menurutnya, persiapan alat pemasang sudah siap, termasuk crane yang akan digunakan. “Persiapan untuk peralatannya, jadi kami sudah siap, crane sudah ada. Kalau tepat waktu paling sehari selesai,” jelas Nuarta.  

4. Dibuat dengan bahan khusus anti karat Patung berwarna hijau kebiruan ini dibuat menggunakan material khusus yang diklaim tahan terhadap cuaca. Pasalnya, kata Nuarta, patung akan diletakkan dekat dengan laut. Menggunakan material logam biasa akan membuatnya lebih cepat berkarat.”Jadi kami pakai rangkanya stainless steel dengan tipe anti karat ada kode khususnya. Dibungkus tembaga, kami lapisi lagi dengan kuningan,” ujarnya.

Sementara, bentuk motornya merupakan kendaraan rancangan anak bangsa yang sering dipakai oleh Jokowi. “Bentuknya motor buatan anak bangsa yang custom itu, kita tiru bentuknya. Saya mengira ini karena Pak Jokowi bangga dan menghargai karya-karya anak muda yang lokal,” lanjut dia. Nyoman Nuarta menambahkan, base dari patung akan dibuat setinggi kurang lebih tiga meter, agar patungnya tidak terlihat terlalu kecil.

5. Patung sebagai pelengkap keindahan alam Patung Jokowi naik motor diharapkan dapat menjadi pelengkap keindahan alam Mandalika. Nuarta menilai, penting agar semua orang ikut mengenalkan Mandalika ke dunia internasional agar dikenal lebih luas. Sirkuit Mandalika, lanjut dia, adalah salah satu upaya mengenalkan Mandalika ke cakupan yang lebih luas. “

Alamnya juga sangat bagus kan, supaya lengkap, kita tambahkan karya manusia,” kata Nuarta. Selain sirkuit, karya berupa gambaran Presiden Republik Indonesia sedang naik motor juga bisa menjadi daya tarik orang yang berkunjung, misalnya untuk berfoto. “Apalagi terus yang naik motornya presiden, barangkali orang ingin selfie di patung itu,” lanjut dia.

Nuarta mengatakan, tugas seniman adalah untuk membantu suatu daerah agar lebih dikenal dengan caranya masing-masing. Namun, ia mengingatkan agar sumber daya manudia juga tak dilupakan.

“Jadi gini, alamnya sudah canggih, ada karya seni bagus, restorannya bagus, hotelnya bagus, tapi kalau manusianya tidak paham dengan pariwisata kan susah. Jadi peningkatan di samping hardware, tentu peningkatan SDM. Bagaimana cara melayani tamu supaya tamu balik lagi,” tukas dia.(MAXIMUS)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed