oleh

Pemprov DKI Sesuaikan PTM Terbatas Jadi 50 Persen mulai 4 Februari 2022

Jumat, 4 Februari 2022 | 13:05 WIB

Pemprov DKI masih pertahankan PTM karena sekolah daring tidak optimal -  ANTARA News

KOPIFLOR.ID,JAKARTA  – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengambil langkah cepat sesuai dengan instruksi dan kebijakan Pemerintah Pusat dengan melakukan penyesuaian kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas dari 100 pereen menjadi 50 persen dari kapasitas ruang kelas mulai Jumat, 4 Februari 2022.

Keputusan itu, sebagai langkah antisipasi atas potensi penularan COVID-19, terutama varian Omikron sesuai dengan Surat Edaran (SE) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) No. 2 Tahun 2022 tentang Diskresi Pelaksanaan Keputusan Bersama 4 Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi COVID-19.

Menindaklanjuti Surat Edaran Kemendikbudristek tersebut, Pemprov DKI mengeluarkan Surat Edaran No. 9 Tahun 2022 tentang Diskresi Pelaksanaaan Keputusan Bersama 4 Menteri Tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Masa Pandemi COVID-19 dan berlaku efektif mulai Jumat (4/2).

Nahdiana, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, menjelaskan bahwa PTM terbatas di DKI Jakarta dapat diterapkan dengan jumlah peserta didik 50 persen dari kapasitas ruang kelas dengan durasi belajar maksimal 4 jam pelajaran per hari.

“Itu merupakan langkah untuk meminimalisir penularan COVID-19, terutama varian Omicron. Kami terus melanjutkan kegiatan PTM dan mengikuti instruksi dari Pemerintah Pusat dan Satgas COVID-19. Sekolah juga memberikan pilihan kepada orang tua/wali murid untuk mengizinkan mengikuti PTM Terbatas atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ),” ujarnya di Kantor Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Jakarta Selatan, dikutip dalam rilis PPID DKI Jakarta, Jumat (4/2). /2022). 

Sesuai Surat Edaran tersebut, Pemprov DKI memastikan para Kepala Bidang, Kepala Suku Dinas Pendidikan, Para Kepala UPT, Kepala Satuan Pelaksana Pendidikan Kecamatan, Pengawas dan Penilik memantau, evaluasi, dan pendampingan penyelenggaraan PTM terbatas berjalan dengan efektif dan mematuhi protokol kesehatan.

“Jajaran Pemprov DKI Jakarta, khususnya Dinas Pendidikan terus mengembangkan kegiatan PTM ini. Fokus utama kami jangan sampai terjadi klaster COVID-19 di sekolah. Oleh karena itu, kami sangat mengikuti kegiatan PTM mematuhi protokol kesehatan secara ketat. Program vaksinasi per Januari 2022, tenaga pendidik mencapai 91,26 persen, tenaga Pendidikan/Tendik 89,72 persen, rata-rata PTK 90,49 persen, siswa usia 12-18 tahun 96,14 persen, dan siswa usia 6-11 tahun 58,78 persen,” jelas Nahdiana lebih lanjut.

Per tanggal 3 Februari 2022, Pemprov DKI juga telah memberikan vaksin booster kepada tenaga kesehatan dan umum termasuk pendidik dan siswa sebanyak 675.027.

Pemprov DKI Jakarta selain berkoordinasi dengan Satgas COVID-19 turut melakukan program active case Finding (ACF) melalui OPD terkait terutama pendidikan dan untuk menyatukan pelaksanaan PTM terbatas dengan melakukan swab PCR warga sekolah yang bertujuan mengantisipasi COVID-19 di sekolah. “Kami mengimbau juga kepada masyarakat luas untuk terus menjaga setiap kegiatan agar tidak meluasnya penularan COVID-19,” ungkap Nahdiana.(MAXIMUS)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed