oleh

Kuasa Hukum Susi Air: Ada Kerusakan Saat Pesawat Dipindah Paksa dari Hanggar

Kamis, 3 Februari 2022 12:57 WIB

Kru landasan membimbing pesawat kecil  mendarat di landasan yang dikelola maskapai Susi Air milik Menteri Perikanan & Kelautan, Susi Pudjiastuti, di Pantai Barat Pangandaran, Jawa Barat, Sabtu 1 November 2014. TEMPO/Prima Mulia
Kru landasan membimbing pesawat kecil mendarat di landasan yang dikelola maskapai Susi Air milik Menteri Perikanan & Kelautan, Susi Pudjiastuti, di Pantai Barat Pangandaran, Jawa Barat, Sabtu 1 November 2014. TEMPO/Prima Mulia

KOPIFLOR.ID,JAKARTA – Kuasa hukum PT ASI Pudjiastuti atau Susi Air, Donal Fariz, mengatakan kliennya sedang menghitung total kerugian akibat pemindahan paksa lima pesawat dari Hanggar Malinau oleh Pemerintah Kabupaten Malinau di Bandar Udara Kolonel R.A Bessing, Kalimantan Utara.

Pemindahan paksa menyebabkan sejumlah pesawat rusak karena dilakukan oleh petugas yang diduga tidak memiliki kemampuan di bidang aviasi. “Yang jelas sudah terdeteksi ada kerusakan saat maskapai dipindah paksa dari Hanggar Malinau secara tidak proper,” ujar Donal saat dihubungi melalui telepon, Kamis, 3 Februari 2022.

Donal belum mendetailkan total kerugian akibat kerusakan itu. Namun ia memberikan gambaran bahwa kerusakan bukan hanya terjadi pada pesawat pengangkut penumpang, tapi juga air tractor atau pesawat pertanian bermesin turboprop yang digunakan untuk pemadaman kebakaran hutan.

Maskapai Susi Air diusir paksa dari Hanggar Malinau pada awal Februari. Pemerintah setempat berdalih bahwa kontrak maskapai habis, namun manajemen Susi Air menyatakan telah mengajukan perpanjangan sewa hanggar untuk 2022. Surat diajukan sejak November 2021, tapi tidak pernah dibalas.

Donal menjelaskan maskapai Susi Air sudah melayani penerbangan perintis di Kabupaten Malinau sedari sepuluh tahun lalu. Susi Air meladeni penumpang yang membutuhkan perjalanan dari daerah-daerah terluar di Kalimantan Utara.

“Maka menjadi aneh saat kami sedang menjalankan tugas negara, tapi diusir oleh pejabat lokal. Bayangkan, kemarin (sewaktu pandemi) saja masih operasi,” ujar Donal.

Donal menyayangkan pengusiran maskapai tersebut. Dia menyatakan kliennya sedang menimbang langkah hukum terhadap tindakan itu. “Kami sedang mengidentifikasi, kami akan lihat dari unsur perdata dan pidananya,” tutur dia.

Bupati Kabupaten Malinau Wempi Wellem Mawa tidak membalas pesan Tempo soal kontrak sewa hanggar dan insiden kerusakan maskapai Susi Air pasca-proses pengusiran paksa maskapai. Namun kemarin dalam pesannya, Wempi menampik bahwa pemerintah melakukan penggusuran. “Tidak diusir. Kontrak hanggarnya sudah berakhir tahun 2021 kemarin,” kata dia.(MAXIMUS)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed