oleh

Tiga tentara Indonesia tewas dalam penyergapan Papua

Pemberontak separatis bersumpah akan melakukan lebih banyak serangan setelah serangan di pos terdepan militer

Tiga tentara Indonesia tewas dalam penyergapan Papua

KOPIFLOR.ID,PAPUA – Tentara Indonesia mengeluarkan mayat seorang tentara yang tewas dalam penyergapan di Kabupaten Puncak Papua dari sebuah helikopter. (Foto: YouTube) 

Dilansir dari media Ucanews Indonesia,Tiga tentara tewas dan seorang lainnya terluka parah akibat bentrokan dengan kelompok separatis bersenjata dalam serangan terhadap sebuah pos militer di provinsi paling timur di Indonesia, Papua, kata militer.

Serangan 27 Januari dilakukan oleh Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat, sayap militer Organisasi Papua Merdeka, di Tigilobak, Kabupaten Puncak.

Juru bicara militer Indonesia Kolonel Aqsha Erlangga mengatakan pemberontak menyergap tentara saat fajar saat penjaga sedang diganti di pos militer.

Dia mengatakan pemberontak membunuh satu tentara di tempat kejadian dan melukai yang lain sebelum melarikan diri ke hutan.

Mereka menyerang lagi ketika tentara Indonesia sedang mencoba untuk mengevakuasi tentara yang terluka parah, melukai satu polisi lagi dan melukai yang lain.

Juru bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Sebby Sambom kemudian mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.

Jika pemerintah pusat peduli dengan kepentingan bersama, ia akan menyuruh semua orang Papua, termasuk pemberontak separatis, untuk duduk berunding.

“[Kami] akan terus mengerahkan pejuang kami di 34 wilayah pertahanan kami di seluruh Tanah Papua,” katanya seperti dikutip portal berita Papua jubi.co.id.

Pastor Bernard Baru, ketua Komisi Keadilan dan Perdamaian Ordo Augustinian di Papua, mengutuk serangan itu dan meminta kedua belah pihak untuk mencari solusi damai atas konflik tersebut melalui dialog.

“Jika pemerintah pusat peduli dengan kebaikan bersama, ia akan menyuruh semua orang Papua, termasuk pemberontak separatis, untuk duduk berunding,” katanya kepada UCA News.

Dia mengatakan Gereja Katolik dapat memainkan peran penting sebagai mediator.(MAXIMUS)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed