oleh

CLOSING ROADSHOW ‘GEMAKAN LITERASI DAN KEMANUSIAAN’ DI DARATAN FLORES, NUSA TENGGARA TIMUR (NTT)

27 JANUARI 2022

Tim Stefanus Gandi (SGI) dan Perennial Institute (PI) mengakhiri Safari Literasi Jurnalistik, Kewirausahaan dan Digital di Daratan Flores, Nusa Tenggara Timu

KOPIFLOR.ID,Tim Stefanus Gandi (SGI) dan Perennial Institute (PI) mengakhiri Safari Literasi Jurnalistik, Kewirausahaan dan Digital di Daratan Flores, Nusa Tenggara Timur. Lokasi terakhir kegiatan Roadshow Literasi Digital di Kampus Reinha Larantuka, Flores Timur.

Roadshow bertajuk ‘gemakan literasi dan kemanusiaan’ tersebut menyasar enam (6) seminari, lima (5) kampus dan satu (1) SMK di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kelima Seminari yakni: Seminari Pius XII Kisol pada 20 Januari, Seminari St. Paulus KPA Mataloko pada 21 Januari, Seminari St. Yohanes Berchmans Todabelu pada 21 Januari, Seminari Menengah St. Maria Bunda Segala Bangsa Maumere pada 24 Januari, Seminari Menengah Hokeng pada 25 Januari, dan Seminari Tinggi Ledalero dan Retapiret pada 24 Januari.

Tidak hanya itu, dalam program tersebut juga menyasar pada lima (5) kampus. Kelimanya, yakni: Unika St. Paulus Ruteng pada 18-19 Januari, Sekolah Tinggi Pertanian Ngada pada 21 Januari, Sekolah Tinggi Pastoral Akmaresa Ende pada 22 Januari, Unipa Indonesia Maumere pada 25 Januari, dan Sekolah Tinggi Pastoral Reinha Larantuka pada 26 Januari, serta satu SMK yakni SMK Swakarsa Ruteng pada 17 Januari.

Tujuan dari Roadshow Literasi Digital ini adalah untuk meningkatkan literasi digital dan membuat filter terhadap konten-konten negatif yang marak berkembang akhir-akhir ini.

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan edukasi terarah dan membangun kreatifitas mahasiswa dan pelajar dengan pemikiran yang kritis dan bermakna positif.

Antusiasme begitu besar. Hal ini menunjukkan kehausan akan aktifitas-aktifitas positif dan kreatif. Ini adalah sinyal positif bagi masa depan Mahasiswa/Pelajar Flores, NTT ke depan.

Energi positif ini merupakan modal dasar kita untuk mempromosikan persatuan dan kebinekaan kita orang NTT di tengah ancaman hoax, ujaran kebencian dan kekerasan ekstrimisme.

Teknologi sendiri bertujuan untuk memudahkan pekerjaan dan aktivitas yang dilakukan oleh manusia. Maka dari itu, sudah seharusnya kita memanfaatkan teknologi dengan bijak.

Para Mahasiswa/Pelajar yang masuk kategori generasi milenial terkenal sebagai generasi yang melek teknologi. Peluang untuk memanfaatkan teknologi dan meraih keuntungan di dalamnya pun semakin terbuka.

Generasi milenial juga sering dibilang generasi yang ingin serba mudah dan berpikiran terbuka. Sebagai generasi yang dekat dengan teknologi, para milenial bisa memanfaatkan teknologi secara positif sebagai mata pencaharian/”entrepreneur” di dunia digital.

Generasi milenial bisa menjual barang dagangan mereka dengan memanfaatkan media sosial, seperti melalui Instagram dan Facebook, atau bergabung menjadi seller di marketplace digital (e-commerce) yang sudah tersedia di Indonesia.

Generasi milenial yang memiliki banyak ide bisa menyalurkan ide-ide tersebut dengan menjadi content creator atau selebgram, dan manfaat lainnya.

Kampanye dalam bentuk roadshow ini akan menjadi ajang komunikasi dan kolaborasi dalam dunia multimedia dan jurnalisme yang mengikuti era perkembangan teknologi terkini.(MILIKIOR)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed