oleh

Akibat Hujan yang Terjadi di Manggarai Barat,Jalur Yang menghubungkan Noa – Golo Welu Putus.DPRD Minta Dinas PU Provinsi Turun Tangan

19 JANUARI 2022

Curah Hujan Tinggi, Ruas Jalan Provinsi di Mabar Tertimbun Tanah Longsor |  Koran NTT
Anggota DPRD Provinsi Yeni Veronika memantau kondisi ruas jalan yang terdampak longsor

KOPIFLOR.ID-MABAR, Curah hujan tinggi yang terus mengguyur wilayah Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) sejak Sabtu (15/1/2022), mengakibatkan terjadinya longsor di jalur Noa-Golo Welu, Kecamatan Kuwus Barat kabupaten Manggarai Barat.Jalur transportasi yang terdampak Longsor tersebut merupakan jalur transportasi yang menjadi tanggungjawab pemerintah Provinsi NTT,dan akibat longsor tersebut aktifitas masyarakat yang menggunakan jalur tersebut menjadi terganggu.

Akibat curah hujan yang cukup tinggi dan terus menerus mengakibatkan longsor terjadi di beberapa titik di jalur transportasi Nao – Golo Welu. Hujan yang turun terus menerus mengakibatkan longsor terjadi pada 4 titik. Dan akibat longsoran tersebut badan jalan tertutup dengan material tanah yang menumpuk di 4 lokasi tersebut.

Salah satu titik longsor yang terpara terjadi di Kampung Nao, Desa Kolang. Tanah longsor memenuhi saluran air atau drainase. Akibatnya air hujan mengalir ke dalam badan jalan. Dampaknya, material jalan mulai terkikis oleh erosi. Selain itu, Tembok Penahan Tanah (TPT) tepi luar jalan menjadi ambruk. Kondisi ini membuat ruas jalan terancam putus.

Seorang warga sekitar, Ferdinandus, mengatakan meskipun dengan kondisi demikian, masyarakat sekitar dan para pengendara, baik roda dua maupun roda empat masih menggunakan jalan. Sebab jalan tersebut merupakan akses utama warga Kecamatan Kuwus Barat, Kecamatan Pacar serta beberapa Kecamatan untuk pergi ke Kota Ruteng.

“Mau bagaimana lagi pak, warga banyak keperluan di kota Ruteng dan ke tempat lain jadi tetap jalan. Tapi kalau segera diperbaiki, mungkin akan lebih memudahkan para pengendara,” kata Ferdinandus.


Anggota DPRD NTT Pantau Kerusakan Jalan Raya Ruteng- Iteng - Floresa.co

Dinas PU diminta segera turun tangan

Sementara itu di lokasi kejadian,salah seorang Anggota Dewan sedang memantau kondisi jalan yang terputus akibat material tanah dan retaknya bahu jalan menghimbau kepada Dinas pekerjaan Umum NTT,agar segera memperbaiki jalan transportasi yang menghubungkan beberapa kecamatan tersebut.Akibat longsoran tersebut banyak masyarakat yang terganggu aktifitasnya.

“Sebagai DPR saya minta kepada Dinas PU Provinsi, karena kondisi hujan yang begitu deras sehingga jalan ini amblas dan sebagian tembok penahanya ambruk untuk segera diperbaiki,” katanya.

Yeni Veronika mengatakan, hasil pantauanya pada beberapa titik jalan Noa-Golo Welu sudah mulai rusak. Pada hal jalan tersebut baru selesai dikerjakan pada tahun 2021 lalu. Sehingga Dinas PU juga diminta untuk memperbaiki kerusakan yang terjadi.

Untuk diketahui, DPRD Yeni Veronika bersama sepuluh anggota DPRD Provinsi lainnya melaksanakan kunjungan kerja perdana awal tahun 2021. Para Anggota Dewan memantau hasil pengerjaan jalan di Wilayah Kabupaten Manggarai, Manggarai Barat dan Manggarai Timur yang menjadi kewenangan pemerintah Provinsi NTT. (MAXIMUS)

Salah Satu Titik Lonsor di Nao, Desa Kolang Kecamatan Kuwus Barat (Foto: Arlan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed