oleh

BAHAS PENTINGNYA PARTISIPASI DISABILITAS UNTUK PEMILU DAN PEMILIHAN KELOMPOK DIFABEL KUNJUNGI KPU JABAR

19 JANUARI 2022

KOPIFLOR.ID,BANDUNG – Sebagai bagian dari Pemilih Potensial dalam Pemilu dan Pemilihan Tahun 2024. Mewakili Kelompok difabel, Yayasan Cahaya Inklusi Indonesia (CAI) dan Lembaga Perkumpulan Inisiatif kunjungi KPU Provinsi Jawa Barat dalam rangka audiensi peran disabilitas pada pemilu dan pemilihan tahun 2024, Senin (17/01/12).

Diterima oleh Kepala Bagian Teknis Penyelenggaraan Pemilu, Partisipasi dan Hubungan Masyarakat, Sophia Kurniasari Purba dan Kepala Bagian Perencanaan, Data, dan Informasi Cecep Nurzaman di Ruang VIP Sekertariat KPU Provinsi Jawa Barat.

Ada empat harapan penting yang disampaikan CAI dalam kesempatan tersebut. Pertama, partisipasi disabilitas dalam pemilu dan pemilihan harus lebih meningkat. Kedua, persoalan pendataan difabel saat proses coklit dimana masih banyak petugas coklit yang masih belum memahami klasifikasi disabilitas. Ketiga, pentingnya partisipasi difabel menjadi badan ad hoc. Keempat, CAI mendorong KPU Provinsi Jawa Barat untuk membuat kebijakan yang eboh ramah difabel.

Terkait rendahnya Partisipasi disabilitas CAI mencatat dibeberapa daerah tingkat partisipasi disabilitas dalam memilih masih rendah. “Aspek utama yang masih menghambat adalah aksesabilitas, kesulitan dalam menjangkau TPS menjadi faktor yang membuat teman difabel menjadi pemilih pasif” kata  Kustini, Direktur eksekutif CAI.

Dalam kesempatan yang sama Sekretaris CAI menyampaikan persoalan keterbatasan akses untuk badan ad hoc bagi disabilitas, salah satunya syarat minimal pendidikan SMA karena faktor ekonomi dan kondisi keluarga berpengaruh terhadap akses pendidikan difabel.

“Sudah banyak teman difabel yang pernah menjadi petugas saat tahapan berlangsung, Namun saat ini persyaratan untuk menjadi badan ad hoc memberatkan bagi teman difabel” jelas Irpan.

CAI dan Lembaga Perkumpulan Inisiatif juga berharap penyelenggara pemilu harus memperhatikan akses sarana dan prasarana khusus yang menunjang difabel untuk memilih dalam TPS, seperti yang disampaikan Rizki Estrada dari perkumpulan inisiatif.


“Potensi difabel dalam menjadi penyelenggara pemilu dan menjadi pemilih sangat besar, saya berharap KPU Provinsi Jawa Barat membangun sinergi dan komitmen untuk mendorong kebijakan yang ramah difabel.” ungkap Rizki.

Menyambut baik masukan dari CAI, Shopia Kurniasari Purba menegaskan bahwa KPU Provisni Jawa Barat akan terus berupaya melalui program kerja dan kebijakan untuk menjamin hak-hak difabel dalam memilih. Ia juga menyebut KPU tengah mempersiapkan cara terbaik untuk mengajak difabel dalam mewujudkan pemilu yang inklusif karena proses demokrasi tidak akan berjalan dengan baik tanpa partisipasi disabilitas. Humas KPU Jabar)MAXIMUS)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed