oleh

Berikut Tiga Hal yang Disampaikan Presiden Joko Widodo saat Berikan Kuliah Umum di Unpar Bandung

17 JANUARI 2022

Berikut Tiga Hal yang Disampaikan Presiden Joko Widodo saat Berikan Kuliah  Umum di Unpar Bandung - Tribuncirebon.com
Presiden RI, Joko Widodo menghadiri kuliah umum atau Presidential Lecture di Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) Bandung dalam rangka dies natalis ke 67 Unpar, Senin (17/1/2022). 

KOPIFLOR.ID, BANDUNG – Presiden RI, Joko Widodo menghadiri kuliah umum atau Presidential Lecture di Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) Bandung dalam rangka dies natalis ke 67 Unpar, Senin (17/1/2022).

Dilansir dari Tribunews,Presidential Lecture yang disampaikan Jokowi ialah terkait tiga hal yang kini menjadi fokus perhatian pemerintah untuk masa mendatang. Ketiga hal itu antara lain percepatan transformasi ekonomi menuju ekonomi yang memiliki nilai tambah, transformasi green economi, dan perkuat ekonomi digital.

“Kelangkaan energi, pangan, hingga kenaikan inflasi menjadi hal yang muncul di beberapa negara sehingga terganggu logistiknya, termasuk bahan baku naik menjadi kompleksitas masalah yang muncul terus menerus. Adanya pandemi ini tak boleh hentikan transformasi besar yang sedang dilakukan melainkan tetap harus berjalan,” katanya.

Dia mencontohkan, pemerintah telah mengambil sikap dengan menghentikan pengiriman atau ekspor bahan mentah yang telah berlangsung ratusan tahun sejak zaman VOC.

“Jadi, sejak 2020 saya sampaikan bahwa pengiriman bahan mentah ini harus dihentikan dan harus diproduksi di negara kita baik barang jadi maupun setengah jadi. Kami ingin punya nilai tambah yang dihadirkan di tanah air guna membuka lapangan pekerjaan bagi rakyat,” ujarnya.

Sejumlah warga Jalan Ciumbuleuit Kota Bandung rela menunggu kedatangan rombongan Presiden RI, Joko Widodo atau Jokowi di pinggir jalan sejak pagi, Senin (17/1/2022).
Sejumlah warga Jalan Ciumbuleuit Kota Bandung rela menunggu kedatangan rombongan Presiden RI, Joko Widodo atau Jokowi di pinggir jalan sejak pagi, Senin (17/1/2022). (Tribunjabar.id/Cipta Permana)

Salahsatu bahan mentah yang dihentikan, kata Jokowi, ialah Nikel. Tujuh tahun lalu, nikel saat diekspor dalam bentuk bahan mentah menghasilkan 1 miliar US Dolar atau sekitar Rp 14-15 triliun. 

“Ketika kami hentikan dan meminta produksi di dalam negeri, saya cek pada akhir 2021 nikel ini hasilkan 20,8 miliar US Dolar atau Rp 300 triliun. Bayangkan itu baru nikel, belum bahan mentah lainnya, semisal emas, tembaga, dan lainnya,” ujarnya. (MAXIMUS)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed