by

Pemakaman Kepsek SDI Ndora Diwarnai Isak Tangis dan Air Mata Masyarakat

Sabtu, 12 Juni 2021 | 00:27 WIB
Situasi sebelum pemakaman, Azi Delfina, Kepala Sekolah SDI Ndora, Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang ditikam oleh orang tua murid, Jumat, 11 Juni 2021. Situasi sebelum pemakaman, Azi Delfina, Kepala Sekolah SDI Ndora, Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang ditikam oleh orang tua murid, Jumat, 11 Juni 2021.

Kopiflor.id,Mbay – Delfina Azi, Kepala Sekolah SDI Ndora, Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), korban meninggal akibat penusukan dengan senjata tajam oleh salah satu orang tua murid beberapa Selasa lalu di sekolah, dimakamkan Kamis (10/6/2021) di Kampung Gero, Gesa Gero, Kecamatan Boa Wae Kabupaten Nagekeo NTT.

Atas meninggalnya kepala sekolah itu Nagekeo berduka, guru terluka. Sebagai tanda perkabungan, 2 hari pintu sekolah ditutup untuk perkabungan, refleksi dan pemenungan untuk semua orang.

Wakil Bupati Nagekeo, Marianus Waja, memimpin upacara pemakaman secara kedinasan bertempat di rumah duka, Kampung Gero, Desa Gero, Kecamatan Boawae.

Dalam amanatnya, Marianus menegaskan, tugas dan peran orang tua dalam pendidikan. Di masa pandemi, orang tua murid juga mendapat BLT, yang semestinya bisa disisihkan untuk membantu uang sekolah anak.
“Setop main judi. Gunakan uang secara tepat. Kita harus mulai sadar, anak-anak adalah orang yang utama mengatur bumi kita di masa depan. Bapak-bapak jangan serahkan semua urusan kepada mama. Kalau kita bodoh, anak-anak jangan bodoh,” katanya.

Lebih lanjut Wabup Marianus memberikan beberapa penegasan dengan mengatakan, semua orang tua harus mengurus anak. “Kades dan komite harus segera atasi urusan yang terkait dengan uang komite. Sudah 5 tahun tidak bayar, jangan tunggu kepala sekolah urus. Ini karena manajemen kita yang buruk. Ketua komite jangan serahkan urusan keuangan komite kepada guru. Cucuran keringat masih kurang. Tambah darah di dalam ruang kelas. Selamat Jalan. Terima kasih mama Del,” kata dia.

Pada kesempatan itu pimpinan DPRD Kabupaten Nagekeo, Yos Dhenga memberikan sambutan dan menyatakan,
ini adalah preseden buruk terhadap dunia pendidikan Nagekeo. “Kita harus bicarakan ini,” kata dia.

Selain itu turut memberikan sambutan Dus Soba, Ketua PGRI Nagekeo. “Meninggalnya Ibu Kepala Sekolah ini membuat organisasi profesi guru itu berduka,” kata dia.
Lebih lanjut Ketua PGRI Kabupaten Nagekeo itu mengatakan, guru dipuja dan kadang pula dihujat. Guru mengajar kadang pula dihajar. “Marwah guru harus ditegakan seiring dan selaras zaman,” kata dia.

Diakir sambutannya disertai Pembacaan Sikap PGRI di depan Wakil Bupati, Pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Nagekeo yang sempat hadir, Camat Boawae, keluarga besar PGRI Nagekeo dan masyarakat yang hadir.
“Tindakan pelaku adalah keji, kejam dan biadab. Mohon jaminan keamanan para guru,” bunyi salah satu butir pernyataan sikap.

Sementara di awal acara, wakil keluarga membuka sambutan melalui Kades Gero. “21 tahun di Ulupulu. Begitu dekat dengan seluruh warga di Ulupulu.
Kami dengan ikhlas hati melepas pergi ibu Del karena kehendak Tuhan. Secara iman, kami memuji kemuliaanTuhan,” kata dia.

Upacara pemakaman kedinasan ditutup dengan lantunan lagu Hymne Guru oleh para murid dan siswa. Selamat Jalan Pahlawan tanpa tanda jasa.

Sebagaimana diberitakan Delfina Azi ditikam pelaku berinisial DD, bermula ketika pihak sekolah memulangkan beberapa siswa karena belum membayar Uang Komite Sekolah.

Tindakan memulangkan siswa yang belum melunasi Uang Komite Sekolah itu, dilakukan pihak SDI Ndora bertepatan dengan momen pelaksanaan ujian sekolah tahun ajaran 2020/2021. Salah satu orangtua murid berinisial DD, melakukan protes dengan mendatangi sekolah tersebut.

Orangtua murid berinisial DD menemui korban di ruang kerja kepala sekolah pada hari nahas itu. DD sepertinya membawa sebilah pisau sangkur yang disembunyikan di dalam bajunya.

Menurut keterangan beberapa saksi, DD dan kepala sekolah sempat terlibat adu mulut. Namun tidak menunjukan tanda-tanda bahwa DD akan berbuat jahat. Setelah keduanya tenang, barulah pelaku tiba-tiba menusuk korban ke arah perut bagian kanan.
Nyawa korban tidak bisa tertolong meski sempat ditangani petugas medis di Puskesmas Nangaroro dan RSUD Ende.

Kasus penikaman Kepala SDI Ndora saat ini juga telah ditangani pihak Polsek Nangaroro sesuai SPO kepolisian.
Kapolsek Nangaroro Iptu Sudirman mengatakan, polisi telah meminta keterangan dari beberapa saksi termasuk mengamankan pelaku dan barang bukti.(Willy.G)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed