by

Yang Ngumpulin Dana untuk Palestina Kena Semprot Ferdinand: Kaum Otak Sungsang

Senin, 17 Mei 2021, 12:59 WIB

Yang Ngumpulin Dana untuk Palestina Kena Semprot Ferdinand: Kaum Otak SungsangFerdinand Hutahaean.

Kopiflor.id,Jakarta –Mantan politisi Demokrat, Ferdinand Hutahaean menyebut para pengumpul dana ke Palestina merupakan kaum otak sungsang. Ia menggunakan istilah otak sungsang meniru istilah milik Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin.

Hal tersebut ia katakan lantran merea pengumpul dana lebih memperhatikan Palestina ketimbang 22 juta warga miskin yang disebut-sebut berada di Indonesia.

“Kalau begitu bkn otakku yg perlu diservice, tp otak kaum pengumpul dana kevPalestina itu. Mgp bkn ngumpulin dana bust yg 22 juta ini? Hadehhh kaum otak sungsang, meminjam istilah @AliNgabalinNew,” cuitnya, dalam akun Twitternya, seperti dilihat, Senin (17/5/2021).

Sebelumnya, dalam artikel lama disebuah media disebutkan, Asian Development Bank (ADB) melaporkan 22 juta orang Indonesia masih menderita kelaparan. 

ADB bersama International Food Policy Research Institute (IFPRI) mengungkapkan hal itu dalam laporan bertajuk ‘Policies to Support Investment Requirements of Indonesia’s Food and Agriculture Development During 2020-2045’.

Kelaparan yang diderita 22 juta orang tersebut, atau 90 persen dari jumlah orang miskin Indonesia versi Badan Pusat Statistik (BPS) yang sebanyak 25,14 juta orang dikarenakan masalah di sektor pertanian, seperti upah buruh tani yang rendah dan produktivitas yang juga rendah.

“Banyak dari mereka tidak mendapat makanan yang cukup dan anak-anak cenderung stunting. Pada 2016-2018, sekitar 22,0 juta orang di Indonesia menderita kelaparan,” terang laporan tersebut dikutip dari laman resmi ADB, Rabu (6/11/2020) silam.

Sementara itu, beredar rekaman video yang menampilkan pernyataan mengejutkan dari Duta Besar (Dubes) Palestina terkait donasi bodong pendemo pro-Palestina di Indonesia viral di media sosial.

Rekaman video amatir tersebut juga dibagikan oleh Ferdinand Hutahaean dalam akun Twitternya.

Dalam rekaman video tersebut, tampak seorang pria yang mengaku pernah terlibat wawancara dengan Duta Besar Palestina.

“Saya itu diwawancarai di Kedutaan Besar Palestina bersama Duta Besar Palestina waktu itu dan Profesor Komaruddin Hidayat,” ucap pria tersebut.

Menurutnya, Dubes Palestina tidak pernah mendapatkan bantuan donasi dari para pendemo pro Palestina.

Adapun donasi bantuan bagi para warga Palestina, berasal dari Kedutaan Besar Indonesia.

“Di awal dari wawancara itu, Pak Dubes (Palestina) mengatakan seperti ini, ‘kami tidak pernah menerima bantuan sepeserpun dari orang-orang yang demo itu untuk Palestina. Justru bantuan dari KBI yang kami terima,” katanya.

Terkait itu, Ferdinand pun mempersilakan sejumlah pihak yang keberatan dengan pernyataan itu untuk melaporkannya.

“Ini pernyataan, jadi kalau ada yang merasa ini tidak benar, silakan laporkan,” cuitnya.

Selain itu, pihaknya juga menegaskan bagian pernyataan terkait donasi bodong para pendemo pro Palestina.

“Saya kutip yang katanya dari Dubes Palestina: ‘kami tak pernah terima bantuan dari yang demo itu, justru kami terima bantuan dari PGI’,” ujar Ferdinand.(Max)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed