by

MOTA KEU – MBAKO BA’I DI PUNCAK KELIMUTU

Senin,17 Mei 2021-pkl:17:00 Wib.

Oleh : Adolphus Reku.

Tiwu Telu Kelimutu ( Danau Tiga warna Kelimutu

Mota Keu hormat kami pada kodrat asali
Mbako Ba’i sujud kami pada leluhur dan Watu Tana
Kami letakan di pelataran puncakmu Tiwu Telu Kelimutu setelah mohon izin dibukakan pintu di Pere Konde
Ketika saat penuh Rahmat Ilahi
Hari Perayaan Kenaikan Isa Al-Masih dan Idhul Fitri terjadi bersamaan

Ketika helai-helai doa sahaja mengalun dari jiwa dahaga kami
Awan putih berarak menggapai pelataran langit mengantarkan rindu damba dan seruan lara nestapa memohon belaskasih Sang Maha Pengasih dan Penyayang

Segenap jiwa para leluhur, para sakti dan penghuni sorgawi kiranya menyatukan helai doa sahaja kami
Mengiringi hari raya kenaikan Sang Putera Sorga yang menjadi Perantara Tunggal manusia dan Allah
Dalam takbir syukur sejuta sujud sesama saudara yang merayakan Lebaran.

Mota Keu – Mbako Ba’i simbol makna sakral hakekat manusia dalam perjumpaan, suka duka perjuangan dan ritual sesaji sembah kepada Sang Pencipta
Du’a Lulu Wula – Nggae Ghale Wena Tana

Wajah muram Tiwu Telu berubah ceria
disinari cahaya mentari semesta
Kiranya menjadi tanda jawaban alam bagi helai doa sahaja kami:
Semoga dunia damai
Kiranya sirna wabah pandemi
Lahirlah kehidupan penuh harmoni
bagi segenap manusia di bumi
Mulai dari bumi naga Nusa Nipa, ke seluruh pelosok negeri Indonesia, sebagai mercusuar dunia dan rumah peradaban Pancasila bagi segenap generasi

Wahai Sang Pencipta
Jadikan kami generasi yang luhur berbudi
Layakkan kami sebagai pembawa fitrah dan berkat
Buatlah kami sebagai Putra-Putri Fajar pembawa terang menghalau kegelapan tantangan zaman

Danau Kelimutu,
17-05-2021

RAHASIA TARIAN CINTA – LAGU KASIH SAYANG.

Pemandangan Desa Detusoko kab.Ende-Flores

Kulihat parade tarian cinta di petak-petak sawah dan ladang diiringi alunan lagu kasih sayang

Putra-putri Ine Mbu menari di tengah sawah dan ladang
Di hamparan desa Detusoko, Tanah Lio, Bumi Nusa Nipa – Pulau Naga

Tarian Cinta Ine Mbu dipersembahkan dagingnya
Lagu kasih sayang Ine Mbu ditumpahkan darahnya
Demi menjamin keselamatan makan minum raga manusia di alam semesta.

Misteri tarian cinta dan lagu kasih sayang
dwi tunggal sorga bumi, insaniah rohaniah, jiwa raga dalam misteri kita manusia
citra Sang Maha Cinta – Sang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.

Simply Da Flores

Padi menguning di hamparan sawah dan ladang
Lumbung rezeki makan minum bagi raga insaniah
Adalah tarian cinta dan lagu kasih sayang abadi kehidupan

Tarian cinta dan lagu kasih sayang dari putra-putri Ine Mbu bangkitkan tanya untuk menyibak rahasia semesta tentang relasi cinta kasih sayang antara pengorbanan di Keli Ndota dan bukit Golgota.

Rahasia pengorbanan seorang gadis perawan untuk menjamin keselamatan raga semua insan di dunia
Dan pertumpahan darah penyaliban seorang pemuda perjaka untuk keselamatan jiwa segenap manusia.(Simply da Flores)

Puisi Karya : Simply Da Flores,Direktur Harmoni dan Alumni STF Driyarkara

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed