by

PERAN POLTEK KP KARAWANG UNTUK MENGGAIRAHKAN EKONOMI PETANI GARAM PRAUBOSOK CILAMAYA WETAN

Senin,03/05/21,11:30 Wib.

Kopiflor.id,Karawang – Politeknik Karawang melakukan kunjungan kerja di Kecamatan Cilamaya Wetan Kabupaten Karawang,Senin,(03 Mei 2021).

Dalam kunjungan tersebut Politeknik Karawang di wakili oleh Ir.Aris Kabul Pranoto,MSi, dan Catur Pramono Adi,SPi,MSi. Dalam keterangannya Aris Kabul menguraikan maksud kehadirannya untuk melakukan pemberdayaan para petani garam serta pengumpulan data primer untuk penyusunan kajian melalui Kuisioner untuk mencari solusi solusi agar para petani tambak garam di Karawang bisa mendapatkan perhatian dari pemerintah dalam memasarkan hasil panenan garam mereka.

Di sisi lain dalam kunjungan tersebut juga hadir ketua koperasi Desa Bersinar serta Bendahara dan juga kepala bidang pemberdayaan Budi Ramadhanto.Tujuan kehadiran dari pengurus Koperasi Desa Bersinar ke Praubosok adalah untuk melakukan sosialisasi serta untuk mengenalkan kepada para petani tentang rencana kerjasama dengan Koperasi Pegawai Politeknik Karawang Gracilaria Makmur Sejahtera.

Sonan selaku pengepul garam di wilayah Praubosok,Cilamaya Wetan menegaskan bahwa,jumlah lahan pertanian untuk keseluruhan adalah 150ha dengan jumlah petani garam 140 Orang. Adapun Jumlah panen garam per musim atau per tahun mencapai 100 ton yang dikerjakan secara tradisional. namun harga penjualan garam di Praubosok dari tahun ke tahun mengalami penurunan yang sangat drastis dalam 5 tahun terakhir ini.

Harga garam /kg mengalami kenaikan hanya pada tahun 2015 yang mencapai Rp 5000/kg.Sementara dari tahun 2016 sampai Mei 2021,mengalami penurunan yang sangat signifikan,yaitu perkilo hanya seharga Rp.200/kg.Harga ini sangat miris sekali bahkan sangat memukul para petanbak garam di daerah ini.

Masyarakat petambak garam harus pandai mencari solusi agar kehidupan perekonomian mereka bisa bertahan yakni dengan memanfaatkan moment dari 3 musim yakni di saat musim hujan mereka beralih profesi menjadi petani di sawah atau pencari Ikan di Laut. Dengan cara ini mereka bisa menafkahi keluarga kecil mereka,jelas Sonam kepada para perwakilan dari Poltek Karawang dan pengurus Koperasi Desa Bersinar.

Dalam menjalankan pemasaran,Sonan senantiasa membeli garam dari para petambak lalu dikumpulkan dibeberapa tempat lalu menjualnya ke pabrik maupun kebutuhan rumah tangga lainya,tegas Sonan.

Lebih jauh Aris menegaskan kepada para petani garam bahwa di politeknik Karawang akan senantiasa membantu dari sisi pendidikan untuk anak-anak mereka dengan menggratiskan biaya kuliah di Poltek, terangnya. Lalu terkait dengan keluhan tempat penyimpanan garam yang saat ini berada di Purwakarta sebanyak 1000 ton,Aris menawarkan gudang penyimpanan garam di Poltek Karawang dengan kapasitas tampung sekitar 2000 ton

Pihak koperasi pegawai Poltek Grasilaria Makmur Sejahtera dan Koperasi Desa Bersinar akan membahas lebih lanjut untuk berdialog dengan pemerintah daerah Karawang tentang nasib para petani yang semakin tahun semakin merosot harganya akibat persaingan harga di pasaran yang kurang sehat.( Max)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed