by

“REVOLUSI 99” DOMBA

Putih bulumu ternoda zaman dan dicukuri
Kalian kelihatan kelompok kecil di padang belantara tanah merah putih
Tetapi kalian terbanyak jumlahnya di alam bumi ini
Angkatlah kepalamu melihat matahari

Domba-domba terpasung merana
Angkatlah senjata Doa Mantra mandraguna
Mantra Sabda Sang Maha Revolusioner
Mantra cinta semesta
REVOLUSI 99

Jika Allahmu Maha Revolusioner
Tuhan junjunganku Sang Revolusioner peradaban manusia
Mengapa kalian pengikutNya diam merana dan takut melakukan revolusi ?

99 itu sandi keramat
Angka kembar sempurna alamiah
Penyatuan semesta
Angka tertinggi kerinduan sanubari
Angka sempurna dambaan jiwa
Jika dijumlahkan menjadi 18
satu pribadi yang satu prinsip dan tujuan
Membangun harmoni delapan penjuru bumi
dengan Revolusi

Revolusi itu indah
Revolusi cinta sejati
Berbagi dan memberi amal jiwa raga untuk sesama insani agar bermartabat dan merdeka harkat diri
Revolusi itu donor darahmu bagi pasien yang miskin keadilan
yang lapar kasih sayang
yang dahaga cinta
yang telanjang nilai
yang gelandangan tak punya harapan
yang dicengkram dingin dan dibakar terik karena tak ada rumah kejujuran
yang jiwanya penuh luka dan terkapar di pelataran gedung mewah
yang pikiran dan hati nuraninya penuh sampah iri dengki
yang raga dan rasanya dikuasai rakus nafsu ciptaan iklan
yang jiwanya jadikan gadget dan kerakusan sebagai Tuhannya
yang nafas dan detak jantungnya hanya dalam duit – harta

Revolusi 99 Domba tidak mengenal suku agama ras dan negara
Ini revolusi jiwa raga manusia alamiah
Ini damba makna hakiki kodrati insani
Ini doa sejati pribadi di hadapan Sang Ilahi.

DOMBA-DOMBA MERAH PUTIH

Di padang merah putih
Kawanan ternak berebut makanan
Ada geng sapi berjenggot
Ada gerombolan kambing berwajah macan
Ada kerbau bertanduk emas
Ada jutaan ayam disuntik obat dan siap disembelih
Ada sekelompok kecil domba yatim piatu terpaksa memakan sampah plastik karena tak dapat rumput keadilan

Wahai Kawanan kecil domba yatim piatu
Mengapa kau biarkan bulu putihmu dimandikan comberan dan oli kotor penistaan ?
Sampai kapan kalian makan plastik dan diam seribu bahasa ?

Apakah Tuhanmu menyuruh kalian mendukung kejahatan, radikalisme, terorisme dengan borgol mengampuni musuh-musuh ?
Apakah demi cinta kasih, kalian membiarkan ketidakadilan mencukur hak-hak azasimu ?
Apakah di padang merah putih ini kalian hanya sasaran penindasan dan siap disembelih ?

Wahai para domba yatim piatu
Di padang merah putih ini kalian memang kawanan kecil dan tertindas
Tetapi di alam semesta, kalian jumlah terbanyak dan menguasai seluruh sistem kehidupan
Apakah kalian pun memang saling berkelahi dan terpecah belah ?
Padahal nama Tuhan Gembalamu dan junjunganmu sama
Ataukah kalian juga sama saja, pelaku penistaan hojat caci maki demi nafsu dan menjual Tuhanmu ?

Ambil cermin, buka topeng dan bekacalah
Masikah dirimu domba ?
Belajarlah pada merpati untuk tulus
Bergurulah pada ular untuk licik cerdas
Ataukah harus jadi bunglon untuk mengamankan diri ?
Jangan-jangan kalian serigala berbulu domba, bertopeng kelinci dan becakar macan
Sudahkan kalian menjadi garam, ragi dan terang, sambil berdoa dan mengampuni, lalu membasuh dengan darahmu untuk bersihkan semua yang menista, menghina, mencaci maki dan tidak adil pada harkat dan martabatmu ?

Jangan sampai kalian seperti cacing kepanasan di aspal jalanan kesesatan
Ayo bangkit berdiri dan tunjukkan contoh keadilan dan kebenaran azasi
Bawalah Tuhan mu masuk kota Jakarta, seluruh kota dan desa agar bersamamu disalibkan lagi
Biarlah darahNya dan darahmu menjadi samudera penyatu perbedaan kodrati
Semoga mata airmu memancar di padang alam Indonesia dengan label Bhineka Tunggal Ika
Ini alam hidup NKRI dengan jaminan hak dan kewajiban sama
Jika hukum ditegakkan dengan adil bijaksana

Domba-domba yatim piatu
Katakan denga suara lantang dan berani
Agar dunia tahu bahwa kalian adalah benar-benar Domba
yang merdeka dengan hak dan kewajiban sama di depan hukum Republik ini. Yakinlah Tuhanmu Maha Kuasa Raja Alam Semesta
Jadikan garam yang asin untuk dapur kemanusiaan
Jadilah ragi untuk adonan peradaban
Jadilah terang untuk kegelapan zaman
Karena kalian sejatinya putra-putri Fajar negeri ini.

Karya : Simply Da Flores.(Direktur Harmoni dan Alumni )

MoFlores, 29-04-2021

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed