oleh

INDONESIA: NEGERI SAMUDERA PUISI

Untuk Hari Puisi Nasionalis 2021.

Pada mulanya kata
Sabda Pencipta semesta
maka jadilah tanah air yang kaya raya
Nusantara di antara dua benua
Indonesia di rangkul dua samudera

Nusantara bangsa sastra rahim makna dan peradaban dunia
Indonesia generasi Puisi penuh arti nilai kehidupan insani

Ketika dirayakan secara nasional
Hari Puisi Indonesia
Jangan sampai makna sastra dibawa bencana zaman
Jangan sampai arti sejati puisi sirna dilupakan generasi
Karena pikirannya dicengkram selera instan hedonistik
Rasa dan hati nuraninya dikuasai gemerlap iklan negeri khayal ilusi utopis

Hari Puisi Nasional
Lahirkanlah atmosfir sejuk bagi budi pekerti pewaris NKRI
Terbukalah ruang segar ladang hijau para pendidik menanam ilmu pengetahuan dan kebijaksanaan
Sehingga bangsa ini berkepribadian dalam Budaya Indonesia
Berdikari dalam Ekonomi
Berdaulat dalam Politik
Tri Sakti Indonesia
Mercusuar dunia

Hari Puisi Nasional
Para leluhur maestro sastrawan adat budaya mendamba
Seniman tanah air daraskan rindu asali:
Jangan kotori martabat bangsa dengan caci maki penistaan dan iri dengki
Jangan lacurkan harkat jati diri generasi NKRI dengan Kolusi Nepotisme dan Korupsi
Jangan jadikan negeri ini samudera kata tipu muslihat, ketamakan, pemerkosaan dan pelacuran sebagai warisan bagi anak cucu bangsa.

Hari Puisi Nasional
Biarlah kesaktian mantra dalam adat budaya Nusantara kembali mengobati luka bangsa dan lestarikan alam raya
Biarlah jiwa dan pikiran kita lahirkan bait – bait puisi kasih sayang persaudaraan
Biarlah Sabda Suci Rohani keagamaan menjadi sumber keselamatan bangsa dan NKRI
Biarlah bangsa dan tanah air ini menjadi samudera keindahan kata penuh makna kebijaksanaan untuk kehidupan dan peradaban

Puisi itu putra nurani ramuan senyum dan air mata insani
Puisi itu putri jiwa keindahan warna-warni bhineka tunggal Ika kodrati manusia
Puisi itu pasangan kekasih karena cinta
Puisi itu keagungan perbedaan untuk saling melengkapi.

Puisi itu pelangi kebesaran alam raya
Puisi itu nafas peradaban dan tali pengikat misteri manusia dan alam semesta di hadapan Sang Ilahi
Puisi itu doa sejati insani pada Ilahi

BOCAH DAN DEBU TANAH.

Hari terik membakar
Nelayan merapikan jala di dekat sampan di bawah pohon rindang
Petani yang pulang dari ladang pun berteduh sejenak
berharap bisa menukar hasil kebun dengan ikan nelayan

Sementara sekelompok anak berkejaran telanjang badan, bermain pasir dan bergurau dengan hempasan ombak
Bocah-bocah melumuri diri dengan lumpur sambil bercanda ceria.

Kuingat masa kecilku di kampung pedesaan
Di kolong rumah panggung bermain debu tanah
Bermain selancar di kemiringan ladang gersang
Tak peduli seluruh raga bermandi debu

Debu itu sahabat bocah-bocah kampung pedesaan
Tanah itu pangkuan ibu bagi anak-anak
Lumpur dan pasir pantai itu sahabat karibnya anak bocah tanpa takut kotor dan ancaman penyakit.

Anak, bocah generasi berikan pesan kodrati dan makna asli alami
Manusia berasal dari debu tanah
Manusia hidup dari debu tanah
Manusia mati kembali kepada debu tanah.

Karya : Simply Da Flores.

Direktur Harmoni dan Alumni STF Driyarkara

MoFlores, 28-04-2021