by

Masih Diterpa COVID-19, Dua Tahun Bima Arya-Dedie Pertahankan Prestasi Kota Bogor

Rabu, 21 April, 2021 05: 33 wib.

Kopiflor.id,Bogor – Dua tahun sudah Wali Kota Bogor Bima Arya dan Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim dilantik menjadi kepala daerah.

Masih dilanda pandemi COVID-19, Kota Bogor ingin mempertahankan berbagai prestasi yang sudah diraih hingga saat ini.

Hal itu diungkapkan Bima Arya saat briefing staf di halaman SMK Negeri 2, Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara, Selasa (20/4)

Meski masih dirundung duka karena COVID-19, Bima Arya mengucap rasa bangga dengan kinerja jajarannya sejauh dua tahun ini.

“Banyak capaiannya, mengukurnya juga banyak. Baik yang berdasarkan dengan janji kampanye, maupun inovasi-inovasi. Jadi, sangat bisa kita berbangga hati memiliki alasan atas semua capaian yang kita sama-sama sudah lakukan,” ungkap Bima Arya.

Tak hanya pekerjaan baru, ia juga mengungkapkan ada rintisan pekerjaan dari tahun-tahun sebelumnya. Sebut saja pembangunan flyover, akses Parung Banteng, Kampung Tematik Mulyaharja, proses konversi angkutan kota, hingga revitalisasi Blok F Pasar Kebon Kembang.

Belum berhenti sampai di situ, ada inovasi dan pengembangan urban farming, benah kampung yang berjalan baik, seperti di Cikeas, Katulampa dan enam titik lainnya yang berjalan. Kemudian bantuan rumah tidak layak huni (rutilahu), bantuan untuk siswa miskin, beasiswa, hingga insentif guru ngaji.

“Kemudian dimodifikasi lagi ada program Bogor Mengaji untuk memberantas buta huruf Al-Quran. Penghargaan kita panjang, daftarnya 83 penghargaan nasional inovasi government. Kota Bogor kota paling inovatif di Indonesia. Juga dengan WTP,” ungkapnya.

Bahkan, kata Bima Arya, Kota Bogor menjadi kota yang ditangani konsultan publik perihal laporan keuangan daerahnya. Alasannya, Kota Bogor dianggap sudah cukup baik. Sehingga semua raihan itu harus dipertahankan.

Bima Arya juga mengingatkan target yang belum tercapai harus terus dikejar dan diselesaikan. Dengan sisa masa jabatan tiga tahun ke depan, ia ingin fokus pada janji-janji kampanye yang belum selesai.

“Ada trem, urusan sampah, Suryakencana (Surken) berjalan tahun ini. Penataan kawasan stasiun juga berjalan, dimulai dengan Alun-alun dan Masjid Agung yang mendapat atensi khusus. Untuk sarana olahraga, GOR Pajajaran banyak peluang dana dari pemerintah pusat dan investasi lainnya.
Mudah-mudahan semua ada hasilnya,” jelasnya.

Mendampingi Bima Arya, Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim menambahkan, menjadi orang nomor dua di Kota Bogor juga bukan perkara mudah. Sesuai tugasnya yang diamanatkan dalam undang-undang, Dedie mengatakan apa pun program dan kegiatannya, ia juga ikut turut serta mengambil peran.

“Bahkan saya berusaha untuk menghasilkan sesuatu apa yang menjadi tujuan-tujuan keberhasilan dari Wali Kota Bogor. Kita memang butuh kesabaran revolusioner, bukan hanya kesabaran biasa,” ungkapnya.

Beberapa pekerjaan yang sudah dilakukan, kata Dedie, seperti penataan ratusan lebih titik pedagang kaki lima (PKL) yang dibantu tenaga dari Satpol PP, camat dan lurah. Dedie mengaku banyak pekerjaan yang dilakukan secara silent operation.

“Saya ingin berakhirnya masa jabatan di pemerintahan, nampak Bima dengan saya itu juga masyarakat paling tidak ada progres dan merasakannya,” ujarnya.(dd). Editor (Max).

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed