by

Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta, menegaskan, ujicoba klinis fase II Vaksin Nusantara, merupakan Program Tentara Nasional Indonesia (TNI)

Minggu,18 April 202

Dr.dr.Terawan

Kopiflor.id,Jakarta – Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta, menegaskan, ujicoba klinis fase II Vaksin Nusantara, merupakan Program Tentara Nasional Indonesia (TNI), dalam upaya mendukung ketahanan nasional di bidang kesehatan.

“Ini sejalan dengan tugas TNI, selain perang,” kata sebuah sumber RSPAD Gatot Subroto yang tidak bersedia disebutkan namanya, Sabtu siang, 17 April 2021.

Sumber tadi menegaskan, pernyataan Peneliti Utama Vaksin Nusantara, Kolonel Corps Kesehatan Militer (CPM) Jonny, Kamis, 15 April 2021, bahwa RSPAD Gatot Subroto tunduk kepada kaidah ilmiah di dalam melakukan penelitian, karena membawa reputasi TNI dan Negara, adalah sikap resmi kelembagaan TNI.

Berbagai upaya dilakukan oleh pihak tertentu untuk menggagalkan uji klinis Vaksin Nusantara menunjukkan bahwa ada operasi dari pihak-pihak yang ingin mensabotase usaha Letnan Jenderal TNI Dr dr Terawan Agus Putranto, mantan Menteri Kesehatan Republik Indonesia, untuk memastikan jalan keluar terbaru pandemic Corona Virus Disease-19 (Covid-19).

Namun TNI menunjukkan dukungan penuh (full support) terhadap upaya Terawan tersebut.

“TNI Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara, full support pada upaya Vaksin Nusantara,” kata Peneliti Utama Uji Klinik Tahap II Vaksin Nusantara, Kolonel Jonny, Kamis, 15 April 2021.

Sebuah sumber juga menyebutkan bahwa uji klinis di RSPAD Gatot Subroto yang dilakukan oleh Terawan dalam beberapa waktu terakhir ini menunjukkan bahwa TNI mendukung upaya dr. Terawan.

“Jangan pernah ragu pada TNI, karena masalah pandemic Covid-19 di Indonesia sudah menjadi urusan TNI karena mengancam keselamatan rakyat dan kedaulatan Indonesia,” ujar seorang narasumber tadi.

Ia memastikan agar seluruh rakyat Indonesia mendukung upaya dr. Terawan dan jangan ada yang mencoba mengganggu apalagi membatalkan usaha ini.

“Bukan itu saja, keselamatan dr Terawan dan timnya menjadi tanggung jawab TNI sepenuhnya. Karena mereka sedang berupaya mencari jalan keluar bagi keselamatan rakyat dan bangsa Indonesia,” tegasnya.

Menurutnya beberapa pihak yang mendeskreditkan metode denditrik dalam penanganan vaksin ini pasti disupport oleh perusahaan farmasi dan vaksin yang terancam oleh temuan dr. Terawan.

“Dalam dunia farmasi dikenal dengan the big six. Tiga perusahaan besar di Amerika dan dua lagi di Eropa. Mereka panik dan membiayai para ahli dan media massa untuk menggagalkan Terawan,” ujar sumber tadi.

Namun menurutnya, dunia internasional mendukung penuh upaya dr. Terawan, karena kalau selesai nanti, vaksin Nusantara yang akan menyelesaikan pandemi Covid-19 ini.

“Amerika dan China sedang berlomba untuk menyelesaikan uji klinis. Jepang sedang melobby untuk menggunakannya. Namun yang terpenting, Penggunaan metode denditrik pada Vaksin Nusantara ini menjadi patent Indonesia, patent dokter Terawan,” tegasnya. **(Max)

Sumber: bergelora.com

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed