by

Bukan Mundur Sebagai KSP, Ternyata Moeldoko Dapat Tugas Baru dari Jokowi, Jadi Tim Pengarah

Bukan Mundur Sebagai KSP, Ternyata Moeldoko Dapat Tugas Baru dari Jokowi, Jadi Tim Pengarah
Moeldoko

Kopiflor.id,Jakarta — Belum lama ini beredar isu mundurnya Moeldoko dari jabatan Kepala Staf Kepresidenan.

Namun nyatanya, kini Moeldoko akan ikut serta dalam tim transisi pengelolaan Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Tim transisi itu akan bekerja selama tiga bulan untuk mengambil alih pengelolaan dari Yayasan Harapan Kita ke Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg).

TMII yang merupakan aset negara di bawah Kemensetneg selama 44 tahun dikelola Yayasan Harapan Kita.

Pengelolaan itu berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 51 Tahun 1977.

Lalu, pemindahan pengelolaan TMII itu menyusul terbitnya Peraturan Presiden Nomor 19 Tahun 2021 tentang Pengelolaan TMII.

Moeldoko menyebut bahwa Sekretaris Kemensetneg, Setya Utama akan menjadi ketua dalam tim transisi buatan pemerintah itu.

Sedangkan, dia, Mensesneg Pratikno dan Seskab Pramono Anung akan menjadi pengarah.

“Di situ ada tim pengarah. Pertama ada Mensesneg, Mensekab, KSP. Selanjutnya ada tim ketuanya Sekretaris Mensesneg. Berikutnya tim asistensi ada BPKP, DJKM ada Kapolda Metro, Pangdam Jaya,” kata Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Jumat (9/4/2021) sebagaimana dikutip dari radartegal.com.

Lebih lanjut, Moeldoko menjelaskan, saat ini Pemerintah telah melakukan pendampingan dan melihat lebih dalam tata kelola ‘miniatur Indonesia’ itu.

Terdapat beberapa pihak yang terlibat seperti Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) hingga Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Kemudian, setidaknya ada tiga hal yang menjadi “assessment”, satu di antaranya pengelolaan TMII perlu dengan pendekatan swasta, kerja sama dengan Pemerintah, atau Badan Layanan Umum (BLU).

Selain itu, Moeldoko juga membantah spekulasi yang menyebutkan keluarga Presiden Joko Widodo akan mengelola TMII.

Sejauh ini, tegas Moeldoko, Presiden Jokowi tidak pernah berencana membuat yayasan baru untuk mengelola TMII.

“Jangan lagi ada pandangan seperti itu. Pak Presiden sama sekali gak berpikir seperti itu,” ujarnya.

Sementara itu, Moeldoko mengakui selama ini Yayasan Harapan Kita juga menanggung kerugian sebesar Rp40-50 miliar dari pengelolaan TMII(Max)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed