by

Dikawal Jenderal Intel, Jenderal Try Sutrisno Tiba-Tiba Temui Kasad Andika, Ada Apa?

9 April 2021 09:20 Wib.

Kopiflor.id,Jakarta – Siapa yang tak kenal Jenderal (Purn) TNI Try Sutrisno. Dia merupakan Wakil Presiden Indonesia ke-6 yang banyak dikagumi dan disegani sampai saat ini. Kini sosoknya kembali mencuri perhatian.

Try Sutrisno tampak menyambangi Markas Besar TNI Angkatan Darat (Mabes AD). Dia datang tak sendiri. Dia datang ‘dikawal’ oleh Jenderal (Purn) Hendropriyono, sang master intel Indonesia.

Para senior di dunia militer itu tiba-tiba menemui Kepala Staf Angkaran Darat (Kasad) Andika Perkasa. Ada apa? Berikut ulasannya.

Jenderal Try Sutrisno Temui Kasad Andika.

Mantan Panglima TNI Jenderal Purn.Try Sutrisno

Jenderal TNI Andika Perkasa bersama istri tercinta, Hetty, menyambut hangat kehadiran Wakil Presiden RI ke-6 yang juga mantan Panglima ABRI (TNI) Jenderal (Purn) Try Sutrisno.

Di usia yang sudah tak lagi muda, postur gagahnya masih terlihat. Try Sutrisno bertandang ke Mabes AD dengan dikawal sang ‘Jenderal Intel’, Hendropriyono.

Sosok yang pernah menjabat sebagai Panglima Angkatan Bersenjata RI (ABRI) itu merasa bangga dengan kemajuan TNI AD. Tak lupa ia menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan kepadanya. Selain itu, dia berharap akan ada peningkatan lainnya di TNI AD yang bisa dibanggakan.

“Sekali lagi saya ucapkan terima kasih atas pertemuan pagi hari ini. Saya ucapkan penghargaan, terus menerus ada peningkatan-peningkatan, dan saya harapkan Angkatan Darat akan lebih meningkat. Baik fisik maupun mental, khususnya kewaspadaan nasional,” kata Jenderal (Purn) Try Sutrisno.⁣⁣⁣⁣

Melihat Perubahan Mabes AD.

Seperti diketahui, Try Sutrisno juga pernah mengemban amanat sebagai KSAD di tahun 1986. Karenanya ada kekaguman tersendiri tatkala dia berkeliling melihat markas TNI AD yang terbaru. Diketahui, sebagian besar Mabes TNI AD telah mengalami renovasi, termasuk di ruang kerja yang pernah ditempatinya dulu.

“Pak, inilah sekarang. Ini pak Try, lihat ke sini sebentar pak. Dulu enggak begini pak, ini masih diperbaiki sedikit, jadi jembatan begini,” jelas Andika.

“Wah, cantik sekali,” kagum Try yang sontak membuat para jenderal yang mendampingi ikut tertawa.

Try Sutrisno Jenderal Paling Senior di TNI yang Masih Hidup.

Try Sutrisno merupakan Jenderal TNI yang paling senior yang masih hidup hingga saat ini. Sebagai anak seorang sopir, ia pernah mengalami hidup susah, hingga terpaksa berhenti sekolah, serta mencari nafkah dengan menjual rokok dan koran kala Indonesia masih dijajah oleh Belanda.

Perjalanan hidup Try sungguh inspiratif. Kakek berusia 85 tahun itu telah merasakan berbagai operasi militer, beberapa di antaranya:

• Melawan Pemberontakan PRRI/Permesta (Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia)

• Insiden Tanjung Priok

• Insiden Talangsari atau Tragedi Talangsari 1989.

• Peristiwa Pembantaian Santa Cruz atau Pembantaian Dili di Timor Timur.

Rekam jejaknya di militer begitu mengesankan. Try sekian kali berhasil menorehkan keberhasilan dalam menekan tingkat kejahatan, menghentikan penyelundupan timah, dan masih banyak lagi. Wajar bila ia sudah sudah sekian kali diamanahi untuk menduduki jabatan strategis, seperti:

• Kepala Staf di KODAM XVI/Udayana

• Panglima KODAM IV/Sriwijaya

• Panglima KODAM V/Jaya, Jakarta

• Wakil Kepala Staf Angkatan Darat tahun 1985

• Kepala Staf Angkatan Darat tahun 1986

• Panglima ABRI (Angkatan Bersenjata Republik Indonesia), yang kini beralih nama jadi TNI.

• Wakil Presiden ke-6 di era kepemimpinan Soeharto.

Jenderal Hendropriyono Dijuluki Master Intel.

Jenderal TNI Abdullah Mahmud Hendropriono

Jenderal TNI Abdullah Mahmud Hendropriyono atau sering disebut A.M. Hendropriyono, merupakan tokoh senior militer Indonesia. Ia adalah Kepala Badan Intelijen Negara pertama.
Sosoknya tak hanya terkenal di Tanah Air, Jenderal Hendropriyono pun telah diakui oleh dunia, hingga dipuji oleh Jenderal Moeldoko kala masih menjabat sebagai Panglima TNI.

“Dulu kita punya tokoh dan master intelijen yang hebat dan diakui oleh dunia, seperti Benny Moerdani dan Hendropriyono. Namun ke arah sini belum ada lagi master intelijen Indonesia,” tutur Moeldoko, Senin (17/11/2014) silam.

Silaturahmi yang dilakukan oleh Try Sutrisno dan Hendropriyono ke Markas Besar AD, menambah aura positif. Kehadiran mereka itu menjadi bentuk dukungan dan perhatian dari para senior militer, baik untuk Kasad Andika sendiri, serta seluruh TNI AD.(Max)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed