by

ALAM SEMESTA dan TRAGEDI SALIB ISA

  • Simply da Flores,Direktur Harmoni Institut dan Alumnus STF Driyarkara.

Itu luka-luka sekujur tubuh merobek raga
Bayi mungil yang berselimut lampin di kandang Bethlehem
Disinari sorak bintang
Senyum heran para gembala
Mereka adalah
orang-orang sahaja
sosok sederhana dan sesama dari Maryam

Perempuan sahaja yang meminum darah misteri putranya
Dari Betlehem ke Nazareh, Mesir, Yerusalem dan hingga tetes terakhir di Golgota saat memangku jasadNya
Tetes-tetes darah yang tertumpah dari samudera kerahiman

Isa…, pemuda perjaka Sang putera Maryam
Diratapi hujan petir kilat dan guntur
Ditangisi ombak badai gelombang samudera
Merobek kesombongan manusia
Menyapu egoisme insani
Menghanyutkan benteng tipu muslihat
Membongkar kemunafikan dunia
Meluluh-lantakan segala harta maksiat
Hilang-lenyapkan laknat para penjahat
Semua tabiat yang korbankan sesama
Merusak alam raya
Menghujat Pencipta

Luka-luka yang mengalirkan darah
Isa Putera Sorga
Lumuri salib hina yang memalang empat penjuru dunia
Lepaskan paku iblis yang memasung iman
Membasuh jiwa raga insani dari dosa
Agar kembali mencintai sesama seperti diri sendiri
Agar hormati alam lingkungan sebagai ibu bapa dan saudara
Agar sujud syukur kepada Sang Pencipta sebagai asal – pemilik dan tujuan kehidupan

Hembusan sabda suci dari mulut berlumur darah di atas salib itu
Ingatkan manusia bahwa:
Nafas itu Allah
dan udara itu Allah
Sumber kehidupan manusia di dunia
dan nanti ke sorga

Alam semesta ini
Tak bisa dilarang
Tak bisa dipasung
Ketika keganasan dosa manusia merobek raga Isa
dan darah mengalir melumuri tubuh
Sang Putera Maryam

Langit gelap berduka
Petir menyambar membelah tirai kenisah Iblis
Gempa mengguncang membuka tutup makam kematian
Lantaran
Isa Putera Maryam
Adalah Sabda Ilahi
Raja Semesta Alam.

Luka dan darah
Raga yang tersobek
Telah diobati alam
Telah diubah Allah
Menjadi Matahari
Sumber cahaya alam semesta jagat raya
Dan terbitlah untuk semua orang di bumi
Allah Sang Maha Cahaya
Isa Matahari Ilahi
Di sorga dan di bumi
Lestari misteri abadi

04-04-2021

SAAT ALAM BICARA DAN MENGGUGAT.

Aku, kau, dia
Putra-putri tanah ini
Kamu, mereka, kita
Anak-anak alam ini
Maka,
Ibu kita bumi tanah
Bapa kita mentari
Saudara-saudari kita segenap alam semesta
Jadi…..
Kita manusia ini
Sejatinya bukan penguasa alam
Kodratnya bukan pemilik jagat raya

Kita sangat tergantung mutlak pada alam lingkungan
Tanpa alam ini
Kita manusia mati
Tanpa kita
Alam ini lestari

Ketika alam bicara dan menggugat;
Hujan mengguyur
Banjir deras melanda
Petir kilat menyambar
Badai menerjang
Ombak mengganas
Gunung meletus
Gempa mengguncang
Tanah retak longsor
Angin puting beliung
Lalu
Kita berteriak-teriak
Kita mengadili Allah
Kita saling menuding
Karena ada korban
Nyawa melayang
Harta musnah hilang

Kita tak berdaya
Kita bukan apa-apa
Di hadapan alam lingkungan semesta
Yang bicara dan menggugat manusia
Atas kesombongan diri dan tak tahu bersyukur, serta sujud kepada Sang Pencipta

O Ibu Bumi Tanah
O Bapa Mentari langit
O saudara-saudari segenap isi alam ini
Ampuni salah kami.


Ya Allah Pencipta…
Sadarkan kami untuk mampu bersyukur
Bisikkan pada semesta alam
Agar hentikan amarah dan gugatannya pada kesombongan kami
Kami insyaf
Kami sadari
Kami mohon ampun
Kami janji berubah kembali pada amanah kodrati dan asali diri.

Kami mutlak tergantung pada alam semesta ini
Sehingga harus rendah hati dan selalu berterima kasih
Kami harus selalu bersyukur kepadaMu ya Allah Sang Pencipta Maha Cinta

MoFlores, 04-04-2021.

Penulis : Simply Da Flores,Direktur Harmoni Institut dan Alumnus STF,Driyarkara

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed