by

Impact pandemik pada ekonomi saat ini.

Oleh : Yohanes Gabriel Meo.

Kosakata pandemik hari-hari ini bukanlah yang baru apalagi jika berbicara tentang covid-19 yang sudah cukup familiar ditengah kehidupan manusia di seluruh belahan dunia.

Lagi beberapa bulan saja Covid-19 akan merayakan hari ulang tahun yang kedua tahunya hadir di muka bumi ini yang tak kasat mata( makhluk mikrokopis).

Berbagai pandangan buruk dari beberapa negara akan kehadiran virus mematikan sebagai akibat dari sebuah pengembangan ilmu pengetahuan beberapa para ahli negeri seribu panda atau lebih familiar dengan negeri pemilik gurun Gobi yaitu Republik rakyat China (RRC).

Yang konon katanya hasil dari ledakan atau pembocoran pada senjata biologis dari hasil kajian ilmu pengetahuan biologis dan fisika yang mau melakukan semacam penemuan-penemuan mengejutkan untuk mengguncangkan dunia atau lebih manuver dengan sebutan supaya bisa menguasai dunia sebagai negara super power.

Corona virus telah membawa perubahan besar pada tatanan kehidupan warga negara dan juga warga agama serta yang tidak kalah warga ekonomi (bisnisman) yang sudah menjadi tantangan cukup fundamental dimasa yang sedang dinikmati saat ini.

Pandemik telah memukul keras perekonomian Indonesia yang secara langsung telah di ketahui dampak-dampak yang cukup fatal terjadi semacam kontras gerak mundur ekonomi dalam negeri.

Poros-poros kehidupan manusia semacam telah menjadi polemik yang tidak bisa dijelaskan secara baik yang nyatanya sudah teebata-bata karena situasi yang merenggut untuk kehidupan harus berkata dengan pertanyaan-pertanyaan karena ketidakpuasan akan sikon saat ini.

Impact terbesar juga saat ini adalah pada sektor perekonomian yang mana ada gejolak-gejolak ekonomi akibat tendesi pandemik yang secara nyata telah terjadi kemarakan ekonomi secara drastis dan dramatis. Seperti kita ketahui bersama bahwa Indonesia mengalami resesi bahkan diprediksi jika pandemik covid-19 belum berakhir negara akan menimbulkan resesi ekonomi dan juga moneter seperti tahun 1997-1998 kala itu.

Lini sektor ekonomi merupakan jantung perubahan negara kini terkuras habis darah-darah sehingga terjadi hemoglobin darah menurun, menimbulkan penyakit-penyakit mematikan bagi ruang gerak dan kemajuan sebuah negara.

Jika dilihat dari tahun-tahun sebelumnya Indonesia telah mengalami resesi ekonomi dan nomenklatur ekonomi mengalami perombakan akibat pandemik ini. Keterbatasan yang mana semua gerakan ekonomi hanya bersandar pada dunia maya atau secara teknologi informasi komunikasi secara online ( dari rumah lebih baik ).

Ada beberapa dampak pandemik saat ini yang sedang dihadapi oleh negara seperti :Pertama, Negara gagal melebarkan sayap untuk membuat perubahan besar.
Dengan strategis sebelum pandemik yaitu untuk membuat perubahan-perubahan besar dengan nawacita pembangunan infrastruktur dan lain sebagainya sebagai bagian dari nomenklatur yang telah di atur untuk memperkuat dan mempertahankan serta mengatur arah maju seiring berjalannya jaman yang terus menggaungkan berbagai program sebagaimana untuk mengatur negara menuju kearah depan yang ideal seperti negara-negara maju lainnya di belahan dunia.

Pandemik menghambat pertumbuhan ekonomi yang maju serta berbagai inovasi pada bidang-bidang pembangunan bangsa sebagaimana telah dicita-citakan sebagai bangsa yang memandang ke arah yang terus mengalami kemajuan. Atas dasar kebijakan-kebijakan pemerintah sebelum pandemik yang menginginkan cipta perubahan dan langkah cepat untuk membangun peradaban negara.

Kedua, perkembangan ekonomi persaudaraan yang konstruktif tidak terjadi.
Ekonomi yang sifatnya persaudaraan yang sebelumnya terjamin dan terjalin dengan baik kini semua terasa seperti garam di air tawar, kesejukan dibawah pohon yang tidak memiliki daun dan kekecewaan lain karena dampak pandemik memaksa untuk membatasi hubungan pasar kolektif untuk tatap muka secara langsung, tidak ada jabat tangan ketika hasil jualan laku terjual dan berbagai kelebihan yang telah tercetak dimasa pandemik kini hanya dirasakan oleh individu semata.

Namun ada kegagalan karena berkerja hanya semampu seorang diri tanpa ada yang lain sebagai penopang yang mana selalu bersama mengangkat untuk bangkit sebagai bentuk motivasi langsung.

Berbagai perencanaan bersama kini telah dibatasi dan dibatalkan oleh pandemik agar secara langsung tidak boleh terlibat namun bisa secara media sosial (online).

Standar perubahan ekonomi yang sifatnya kolektif atau bersama kini harus dibatalkan untuk berjuang secara personal dengan pertimbangan-pertimbangan bersama dengan baik agar secara langsung nanti pandemik barakhir akan tetapi sampai detik ini pandemik belum berakhir.


Lalu berbagai analisis dilakukan kaum akademisi dan juga pegiat ekonomi ( pembisnis contohnya) untuk menciptakan hal baru mengatasi ekonomi pada masa pandemik sehingga terjadi hal-hal yang menghasilkan secara baik sesuai analisis namun dilain pihak ada kegagalan yang diterima akibat keterbatasan yang tidak bisa teratasi dengan baik.

Ada yang kemudian merasa gagal dan terjatuh kedalam jurang yang dalam akibat pandemik, tidak mampu untuk bangkit setelah itu pupus dalam segala harapan sebaliknya ada diantara mereka yang mencoba bangkit kembali untuk terus berkarya sebagai bukti kegigihan dan keuletan untuk memperjuangkan agar bisa memperoleh perubahan besar pada ekonomi-ekonomi kecil mikro dan makro sehingga ada tendensi besar pada ekonomi yang maju.

Disaat pandemik telah mengganggalkan mimpi pemerintah untuk membuat perubahan-perubahan dari narasi-narasi sebelum virus meraja bumi Pertiwi, saat ini terjadi berbagai desain untuk berkolaborasi membangun gerakan bersama untuk mengembalikan ekonomi pada perubahan besar seperti semestinya diangan-angankan dengan kajian-kajian yang ada.

Seingat kita bersama bahwa semua tentu menginginkan pandemik covid-19 berakhir agar kestabilan ekonomi terjadi atau pemulihan ekonomi menjadi tonggak perubahan negara agar mampu bersaing dengan dunia internasional.

Saatnya kita mengikuti dengan sebaik mungkin prokes agar kita terhindar dari paparan covid-19 yang mematikan serta ekonomi kembali seperti semula. Saran-saran prokes adalah tetap jaga jarak, memakai masker, dan cuci tangan serta himbauan-himbauan lainya demi kesehatan kita bersama.

Tetap jaga optimisme dalam diri kita masing-masing bahwa semua akan baik-baik saja, pandemik akan berakhir jika kita benar-benar menaati protokol kesehatan yang ada serta jangan lupa luangkan waktu untuk mendapatkan vaksinasi covid-19 agar kekebalan, menjaga daya tahan tubuh serta anti bodi ketika virus Corona masuk untuk melakukan kegiatan yang mengganggalkan anatomi vital manusia seperti pernapasan dan lainnya.

Penulis : Yohanes Gabriel Meo

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed