by

BOM BUNUH DIRI: GUGATAN DAN ANCAMAN KEMANUSIAAN ???

  • Oleh : Simply da Flores,Direktur Harmoni Institut dan Alumnus STF Driyarkara

Pada hari raya Minggu Palem, Minggu 28-03-2021, di gerbang masuk Gereja Katholik Kathedral Makasar, ada bom bunuh diri. Informasi sementara, ada korban yang diduga pelaku meninggal di tempat, sedangkan seorang sekuriti terluka. Para petugas keamanan sedang menangani kasus ini. Di dalam Gereja, umat Katholik selesai beribadah merayakan Hari Raya Minggu Palem; rangakaian perayaan Pekan Suci dan Paskah.

Tragedi Kemanusiaan dan Teror Kehidupan.

Apapun alasan dan siapa pun pelakunya, kejadian ini adalah sebuah tragedi kemanusiaan. Ada pribadi yang nekad bunuh diri dengan bom dan berusaha melakukan di tempat ramai, yang patut diduga untuk ikut mencelakai orang lain. Ada ancaman bagi nyawa sesama dan menimbulkan ketakutan bagi kehidupan semua orang yang normal.

Para penegak hukum, khususnya pihak keamanan negara, diyakini oleh kita masyarakat akan mampu mengungkap identitas pelaku dan menemukan tujuan pelaku bom ini.

Fakta bom bunuh diri ini bukanlah kejadian pertama kali di negeri kita. Sudah banyak kali terjadi dan pihak pelaku serta jaringannya diproses hukum. Namun, persoalan belum selesai, karena pelaku mempunyai alasan yang sangat berbeda dengan umumnya manusia lain yang mau hidup normal.

Ketika ada orang dengan berani membawa bom, lalu meledakkan bom dan dirinya sendiri jadi korban, lalu dilakukan di tempat umum, maka jelas bahwa ada alasan istimewa yang mendorong individu tersebut rela berani melakukan tindakan bunuh diri. Hidupnya, mau dikorbankan dan dihabiskan, demi tujuan yang sangat diyakini sebagai kebenaran mutlak dan luhur. Tempat yang sudah sering menjadi target adalah rumah ibadah umat Kristiani, yang telah mengalami berkali-kali selama sekitar 15 tahun terakir, selain kantor polisi dan tempat hiburan seperti di Bali.

Alasan itu sedemikian penting, maka orang-orang terdekat; istri anak, kakak adik, orangtua, sanak kerabat dan sahabat sudah tidak lagi menjadi bagian pertimbangannya. Mungkin juga mereka tidak mengetahuinya niat dan rencana pelakunya.

Secara normal, semua orang menyayangi kehidupannya dan berjuang memeliharanya. Tetapi, ada fakta bahwa sudah banyak orang yang mau mati bunuh diri dengan bom. Inilah tragedi yang menjadi gugatan dan ancaman bagi kemanusiaan, dengan deretan panjang aneka alasan. Mungkin pengalaman ketidakadilan, kemiskinan, keyakinan berbeda, tidak kondusifnya komunikasi dalam relasi sosial – budaya – politik dan masih banyak alasan kemanusiaan lainnya.
Faktanya, ada yang nekad dan masih melakukan bom bunuh diri.

Ketika tragedi kemanusiaan ini terjadi, maka tersebarlah berita dan gambar kejadian kepada segenap masyarakat; baik di tanah air maupun dunia luar. Hal ini dimudahkan oleh media teknologi informasi zaman now. Akibatnya ketakutan, kecemasan dan berbagai pikiran negatif muncul. Inilah yang menjadi kelanjutan bencana kemanusiaan dan ancaman kehidupan bagi manusia. Fakta bom bunuh diri menjadi ancaman dan teror bagi kehidupan.

Sangat memprihatinkan bahwa saat kehidupan kita sedang terancam oleh wabah pandemi covid19, masih ada ancaman kehidupan lain yakni bom bunuh diri, bahkan di tempat ibadah saat hari raya.

Mengandalkan Jaminan Keamanan dari Negara

Sebagai masyarakat, segala kejadian yang mengancam kehidupan dan kemanusiaan, kita mengandalkan peran serta perlindungan Negara. Aparat keamanan, para pemangku kedaulatan publik diandalkan agar mampu memerankan tugasnya secara maksimal.

Para petugas keamanan negara (tentara dan polisi), adalah benteng pertahanan; baik untuk mencegah ancaman, menangani pelaku kejahatan dan menindak secara hukum, agar tidak terjadi lagi segala bentuk kejahatan.

Kordinasi dan kerjasama segenap pejabat publik kiranya semakin ditingkatkan, agar tragedi kemanusiaan ini tidak terulang. Segenap warga negara mengharapkan dan mengandalkan peran Negara, dengan semua kelengkapan yang diatur undang-undang, agar peristiwa tragis ini tidak ada lagi di tanah air kita.

Menghidupkan Hankamrata

Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk pencegahan dan menjamin keamanan adalah menghidupkan lagi sistem Hankamrata.

Hankamrata yakni membangun pertahanan dan keamanan rakyat semesta. Tujuannya adalah segenap rakyat berperan aktif dalam menciptakan dan menjaga keamanan NKRI dari berbagai ancaman dan serangan pihak luar, dan terlibat aktif menciptakan dan menjaga keamanan dalam kehidupan bersama setiap hari dalam komunitas terkecil; di kampung, RT dan Desa, agar menjamin kelangsungan hidup bersama.

Dengan berbagai potensi kearifan lokal, adat budaya, di seluruh negeri, serta aturan yang berlaku, diharapkan segenap rakyat terlibat aktif menciptakan dan menjaga keamanan bagi kehidupan bersama. Selain soal administrasi di tingkat RT RW Desa, rakyat yang saling kenal dan berkomunikasi yang sehat, maka deteksi perilaku warga bisa dilakukan dari rumah tangga, komunitas adat budaya, juga komunitas keagamaan dan ikatan sosial budaya lainnya. Jika ada kesadaran dan tanggungjawab segenap rakyat untuk pentingnya menciptakan dan menjaga keamanan, maka ketika ada indikasi yang mengancam, akan dilakukan informasi dan kordinasi cepat dengan pihak keamanan dan penegak hukum untuk melakukan tindakan pendekatan serta penanganan.

Harapannya adalah kerja sama di tingkat basis – komunitas terkecil untuk saling membantu dalam merawat serta melindungi hak hidup bersama sebagai manusia. Rakyat terlibat aktif bersama pemerintah, khususnya aparat keamanan dan penegak hukum.

Seperti bencana alam pun bisa dilakukan deteksi dini, kiranya dengan keterlibatan aktif rakyat yang bekerjasama dengan pemerintah desa dan petugas keamanan negara, kejadian tragedi kemanusiaan dan terorisme bisa dideteksi, dicegah dan diatasi.

Spirit kebhinekaan, kekuatan spiritualitas adat budaya dan agama, kiranya menjadi andalan dasar rakyat di tingkat komunitas terkecil untuk mencegah kasus, membangun tanggungjawab serta kesadaran hakiki untuk menyayangi hidup serta menjamin keselamatan hidup sesama manusia.

Semoga tragedi ini melahirkan kesadaran dan meningkatkan kepedulian kemanusiaan untuk bergandengan tangan segenap pihak, bersatu melawan kekerasan, terorisme dan segala bentuk kejahatan yang mengancam kehidupan pribadi dan bersama terhadap segenap anak bangsa di NKRI.

Satu cara yang bisa dilakukan adalah kesediaan semua pihak untuk lebih membagi informasi yang membangun solidaritas kebersamaan, bela rasa kemanusiaan untuk membangun keamanan melalui berbagai media sosial. Bukan ramai menyebar gambar tragis kejadian serta berbagai bentuk ancaman dan info teror lainnya. Apalagi berita yang menghakimi atau menuding pihak tertentu, serta polemik fitnah satu sama lain, karena dendam dan iri dengki atas dasar SARA, kepentingan politik individu atau kelompok, serta dendam bisnis lainnya. Sebaran hoaks dan menjelekkan pihak lain, semoga dapat dihentikan, sehingga solusi masalah makin dipermudah dan kerja pihak aparat keamanan makin terbantu untuk menjamin keamanan kita bersama di tanah air ini.

Di atas segalanya, upaya kita yang sangat penting adalah berdoa bagi diri sendiri dan saling mendoakan sebagai sesama saudara manusia, agar pertolongan Allah Sang Maha Pengasih diberikan bagi kita sekalian, yang masih mencintai kehidupan anugerah Sang Pencipta ini. Karena dengan doa, sesuai iman kepercayaan kita masing-masing, akan melahirkan cinta kasih sayang pada kehidupan diri kita, dan dari sana lahir kemauan saling mengasihi, menghormati dan menjaga kehidupan sesama. Ditulis oleh : Simply da Flores,Direktur Harmoni Institut dan Alumnus STF Driyarkara

Semoga.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed