by

Sebulan Memimpin, H2N Beri Ruang ASN Manggarai untuk Berinovasi dan Berkreativitas.

Bupati Hery Nabit dan wakil bupati Heri Ngabut

“Itulah kepemimpinan transformasional. Setiap anggota organisasi diberi ruang untuk berinovasi dan berkreasi. Bukan pemimpin one man show, yang menyatakan harus begini-harus begitu. Seorang pemimpin harus memberi support kepada yang dipimpinnya,”

26 Maret 202

Kopiflor.id,Ruteng-Selama sebulan memimpin kabupaten Manggarai, pasangan bupati dan wakil Manggarai, Hery Nabit dan Heri Ngabut atau yang terkenal dengan sebutan H2N, mendorong para ASN di Pemkab Manggarai untuk berinovasi dan berkreativitas dalam menjalankan aktivitas terkait pelaksanakan kegiatan atau program-program ke depannya.

Hal itu disampaikan bupati Manggarai, Hery Nabit, saat meluncurkan Perpusatakaan Digital (Digilib) dan Kelompok Literasi di SMAK St. Fransiskus Xaverius Ruteng, Kamis (25/3/2021).

Menurutnya, selama sebulan mereka (Hery Nabit dan Heri Ngabut sebagai bupati Manggarai, Red) memimpin Manggarai yang akan didorong adalah kepemimpinan transformasional. “Saya dan Romo Martin (Rm. Martinus W. Wilian, kepala SMAK St. Fransiskus, Red) memiliki spirit yang sama yaitu kepemmpinan yang transformasional, mendorong perubahan dengan mentransformasi institusi dengan memberi energi kepada orang-orang dipimpinnya supaya berinovasi.

BacaJuga

Rekruitmen TFL Sanimas dan Pamsimas, Dinas PUPR Manggarai Dituding Abaikan Aturan

Perpustakaan Digital SMAK St. Fransiskus Ruteng Menjadi Inspirasi di Era Pandemi Covid-19

Dengan kata lain, lanjutnya, setiap anggota sebuah institusi atau organisasi diberi ruang untuk berinovasi dan berkreasi. “Itulah kepemimpinan transformasional. Setiap anggota organisasi diberi ruang untuk berinovasi dan berkreasi. Bukan pemimpin one man show, yang menyatakan harus begini-harus begitu. Seorang pemimpin harus memberi support kepada yang dipimpinnya,” katanya.

Dia meyakini, perubahan itu bisa bermula dari gaya kepemimpinan seseorang sehingga selama sebulan memimpin Manggarai, dia bersama Wabup Heri Ngabut mendorong agar ASN di Manggarai memiliki inovasi dan kreativitas.

Imbuhnya, pemerintah kabupaten Manggarai, tata kelola pemerintahannya mengarah ke sana (transformasi institusi), dimana ruang dibuka seluas-luasnya bagi staf suoaya berpikir menciptakan inovasi dan berkreatif. “Semua kita adalah sarjana, tinggal diberi ruang untuk berkreasi dan berinovasi,” ungkapnya.

Dia akui, dirinya datang ke SMAK St. Fransiskus Xaverius Ruteng sebagai bentuk penghargaan terhadap setiap inisiatif dan inovasi yang diciptakan. “Saya datang ke sini untuk menghargai setiap inisiatif dan inovasi dari masyarakat. Pemerintah tidak bisa lakukan semuanya, dia butuh masyarakat,” ujarnya.

Dia tambahkan, dulu dalam melaksanakan pembangunan, konspenya adalah Kerjasama. Namun sekarang sudah berubah dengan konsep kolaborasi. “Artinya, bekerja masing-masing namun terorkestra dengan baik,” ujarnya.

Dia mengatakan, di tengah krisis seperti pandemic Covid-19, butuh sekali kehadiran para pemberi semangat. “Seperti halnya di SMAK St. Fransiskus ini. Saya butuh cerita sukses, cerita-cerita bagaimana adaptasi terhadap perkembangan teknologi di era krisis karena pandemi Covid-19,” tambahnya.

Bahkan menurut dia, apa yang dilakukan oleh SMAK St. Fransiskus bisa menjadi contoh bagi sekolah lain yaitu memnanfaatkan teknologi untuk kepentingan yang benar oleh anak-anak sekolah. “Tidak ada salahnya, apa yang dilakukan oleh SMAK St. Fransiskus  dijadikan contoh oleh Dinas Pendidikan sebagai replikasi  bagaimana memanfaatkan teknolgi untuk keoentingan yang benar,” harapnya.

Peluncuran Pustaka Digital yang diberi nama Digital Fransiskus Xaverius Ruteng dan kelompok literasi Lodok Gejur de Xavirian merupakan gebrakan dari SMAK St. Fransiskus Ruteng untuk mersepon perubahan yang disebabkan oleh pandemic Covid-19.

Penulis: A. Apri Kulas

Sebulan Memimpin, H2N Beri Ruang ASN Manggarai untuk Berinovasi dan Berkreativitas

“Itulah kepemimpinan transformasional. Setiap anggota organisasi diberi ruang untuk berinovasi dan berkreasi. Bukan pemimpin one man show, yang menyatakan harus begini-harus begitu. Seorang pemimpin harus memberi support kepada yang dipimpinnya,”

26 Maret 2021Bupati Manggarai, Hery Nabit dan Wabup Heri Ngabut

Ruteng, RealitaNTT.com-Selama sebulan memimpin kabupaten Manggarai, pasangan bupati dan wakil Manggarai, Hery Nabit dan Heri Ngabut atau yang terkenal dengan sebutan H2N, mendorong para ASN di Pemkab Manggarai untuk berinovasi dan berkreativitas dalam menjalankan aktivitas terkait pelaksanakan kegiatan atau program-program ke depannya.

Hal itu disampaikan bupati Manggarai, Hery Nabit, saat meluncurkan Perpusatakaan Digital (Digilib) dan Kelompok Literasi di SMAK St. Fransiskus Xaverius Ruteng, Kamis (25/3/2021).

Menurutnya, selama sebulan mereka (Hery Nabit dan Heri Ngabut sebagai bupati Manggarai, Red) memimpin Manggarai yang akan didorong adalah kepemimpinan transformasional. “Saya dan Romo Martin (Rm. Martinus W. Wilian, kepala SMAK St. Fransiskus, Red) memiliki spirit yang sama yaitu kepemmpinan yang transformasional, mendorong perubahan dengan mentransformasi institusi dengan memberi energi kepada orang-orang dipimpinnya supaya berinovasi.

Dengan kata lain, lanjutnya, setiap anggota sebuah institusi atau organisasi diberi ruang untuk berinovasi dan berkreasi. “Itulah kepemimpinan transformasional. Setiap anggota organisasi diberi ruang untuk berinovasi dan berkreasi. Bukan pemimpin one man show, yang menyatakan harus begini-harus begitu. Seorang pemimpin harus memberi support kepada yang dipimpinnya,” katanya.

Dia meyakini, perubahan itu bisa bermula dari gaya kepemimpinan seseorang sehingga selama sebulan memimpin Manggarai, dia bersama Wabup Heri Ngabut mendorong agar ASN di Manggarai memiliki inovasi dan kreativitas.

Imbuhnya, pemerintah kabupaten Manggarai, tata kelola pemerintahannya mengarah ke sana (transformasi institusi), dimana ruang dibuka seluas-luasnya bagi staf suoaya berpikir menciptakan inovasi dan berkreatif. “Semua kita adalah sarjana, tinggal diberi ruang untuk berkreasi dan berinovasi,” ungkapnya.

Dia akui, dirinya datang ke SMAK St. Fransiskus Xaverius Ruteng sebagai bentuk penghargaan terhadap setiap inisiatif dan inovasi yang diciptakan. “Saya datang ke sini untuk menghargai setiap inisiatif dan inovasi dari masyarakat. Pemerintah tidak bisa lakukan semuanya, dia butuh masyarakat,” ujarnya.

Dia tambahkan, dulu dalam melaksanakan pembangunan, konspenya adalah Kerjasama. Namun sekarang sudah berubah dengan konsep kolaborasi. “Artinya, bekerja masing-masing namun terorkestra dengan baik,” ujarnya.

Dia mengatakan, di tengah krisis seperti pandemic Covid-19, butuh sekali kehadiran para pemberi semangat. “Seperti halnya di SMAK St. Fransiskus ini. Saya butuh cerita sukses, cerita-cerita bagaimana adaptasi terhadap perkembangan teknologi di era krisis karena pandemi Covid-19,” tambahnya.

Bahkan menurut dia, apa yang dilakukan oleh SMAK St. Fransiskus bisa menjadi contoh bagi sekolah lain yaitu memnanfaatkan teknologi untuk kepentingan yang benar oleh anak-anak sekolah. “Tidak ada salahnya, apa yang dilakukan oleh SMAK St. Fransiskus  dijadikan contoh oleh Dinas Pendidikan sebagai replikasi  bagaimana memanfaatkan teknolgi untuk keoentingan yang benar,” harapnya.

Peluncuran Pustaka Digital yang diberi nama Digital Fransiskus Xaverius Ruteng dan kelompok literasi Lodok Gejur de Xavirian merupakan gebrakan dari SMAK St. Fransiskus Ruteng untuk mersepon perubahan yang disebabkan oleh pandemic Covid-19.(Max) Diteruskan dari media RealitaNTT.com

Penulis: A. Apri Kulas

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed