oleh

PULAU FLORES INDAH ALAM DAN KAYA SUMBER DAYA

Selasa,23 Maret 2021

Oleh : Maximus BJ, Pimred Kopiflor.id

Flores dalam bahasa portugis yang berarti ‘Bunga’ adalah salah satu pulau yang berada di wilayah administrasi Provinsi Nusa Tenggara Timur atau calon Daerah Otonomi Baru yaitu Provinsi Kepulauan Flores.

Nama Flores sendiri dari bahasa Portugis yaitu Cabo de Flores” yang berarti “tanjung Bunga”. Flores merupakan gugusan kepulauan sunda kecil bersama Bali dan Nusa Tenggara Barat,dengan luas wilayah sekitar 14.300 Km2. Pada tahun 2007 populasi penduduk Pulau Flores mencapai 1,6 Juta jiwa

Iklim kawasan ini adalah kemarau (Bulan Juni – September) dan penghujan (Bulan Desember – Maret). Labuan bajo memiliki 19,6% penduduk Pulau Flores termasuk konsentrasi tertinggi terhadap persebaran penduduknya.

Sebagian besar penduduk dengan usia produktif saat ini bekerja pada sektor pertanian dan perkebunan. Sektor pertanian, kehutanan, perikanan dan perkebunan.

Labuan Bajo menjadi salah satu kontributor terbesar pada Produk Domestik Regional Bruto yaitu sebesar 44%.

Masyarakat Flores pada umumnya adalah masyarakat agraris yang sebagian besar bekerja pada sektor pertanian dan perkebunan. Lebih dari 70% kehidupan pulau flores tergantung baik langsung maupun tidak langsung pada pertanian.

Selebihnya distribusi sektor ekonomi sekunder (Konstruksi dan manufaktur). Serta Ekonomi Tersier (Perdagangan dan Jasa). Saat ini kegiatan pariwisata Labuan Bajo meningkat pesat. menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi Kabupaten Manggarai Barat.

Jika meninjau data PDRB, sektor pariwisata (Hotel, Perdagangan, Restoran) sangat kecil hanya (1%) hal ini terjadi akibat kontribusi pembangunan pariwisata tersebar ke beberapa sektor ekonomi seperti konstruksi (Pembangunan hotel, fasilitas umum dan bandara).

Pulau Flores adalah salah satu pulau yang terkenal keindahannya. Tidak hanya Indah, Pulau Flores juga menyimpan banyak potensi kekayaan alam dan sumber dayanya.


Potensi Hasil Tanaman Perkebunan

Tiga produk utama perkebunan Manggarai Barat adalah Kopi (28.1%) kemudiaan kemiri (24,2%) dan Jambu Mete (23%). Memang Pulau Flores sudah mendunia melalui produk Kopinya yang sudah menembus pasar kopi dunia. Kawasan perkebunan kopi Kabupaten Manggarai Barat tersebar di seluruh kabupaten, tetapi produksi kopi terbesar adalah kecamatan kuwus dengan produksi 27%, Kecamatan Ndoso 21% dan kecamatan mbeliling sebanyak 18%.

Tahun 2015 hasil panen Kopi sebanyak 1.890 Ton setelah mengalami penurunan  dan akhirnya meningkat lagi. Tahun 2017 produksi kopi sempat menurun drastis akibat kondisi cuaca mikro yang dapat merusak tanaman. 2 tahun kemudian Produksi Kopi semakin meningkat karena meningkatnya pula demand kopi dan program pengembangan pariwisata kopi yang membantu perkembangan petani kopi.

Kawasan kebun Jambu Mete Kabupaten Manggarai Barat tersebar di berbagai kecamatan yaitu Kecamatan Lembor Selatan, sano Nggoang dan Lembor. Kecamatan Lembor Selatan memiliki kawasan kebun Jambu Mete terluas serta menghasilkan produksi mete terbesar sebanyak 623 Ton atau 40% dari total produksi kabupaten Manggarai Barat.

Struktur Ekonomi Nusa Tenggara Timur pad Triwulan III Tahun 2019 masih terdominasi oleh usaha pertanian, kehutanan, dan kontribusi sebesar 27,84%. Hal ini membuktikan bahwa Pertanian & perkembangan Nusa Tenggara Timur tumbuh membaik.

Potensi Hasil Tanaman Pangan 

Sektor pertanian mencakup hasil pangan, perkebunan dan hortikultura. Tiga Produknya  antara lain adalah beras, singkong, jagung. Kecamatan Mbeliling dan Lembor merupakan sentra Produksi Beras utama.

Luas lahan basah kecamatan lembor sebesar 8.609 Ha dan lahan kering sebesar 250 Ha. Sementara tercatat kecamatan kuwus merupakan penghasil tertinggi jagung dan ubi jalar. 

Potensi Wisata Indonesia

Pariwisata adalah salah satu industri dengan tingkat pertumbuhan terbesar di dunia maupun Indonesia dan flores. Kunjungan wisatawan dalam negeri dan mancanegara semakin meningkat tiap tahunnya. Pertumbuhan kunjungan wisatawan ini juga mempengaruhi pertumbuhan properti terkait pariwisata, fasilitas penunjang, dan infrastruktur.

Saat ini pertumbuhan fisik terfokus oleh kabupaten Manggarai Barat, yaitu Labuan Bajo. Pertumbuhan yang pesat ini selain potensi daya tarik wisata dan tren pasar wisatawan, juga tidak lepas dari adanya dukungan kebijakan pemerintah pusat.

Tahun 2012 Kementerian Pariwisata telah menetapkan Taman Nasional Komodo sebagai salah satu kawasan strategis pariwisata nasional. Pertumbuhan dari sektor pariwisata ini merupakan potensi yang luar biasa bagi produk lokal flores. perkembangan ini tidak hanya menimbulkan peningkatan kebutuhan atas fasilitas yang terkait pariwisata secara langsung, seperti akomodasi dan restoran, tetapi berbagai produk yang terbuat dari flores secara langsung. Melibatkan masyarakat Flores dengan bahan baku hasil bumi yang berasal dari Flores.

Produk lokal tersebut produksi ada pada sekitar kawasan pedesaan Labuan Bajo.

Tahun 2020 ini, dalam upaya pembangunan konektivitas, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, melalui Direktorat Jendral Bina Marga membangun ruas jalan Labuan Bajo hingga Kedindi sepanjang 141, 29 Km. Pembangunan jalan sebagai konektivitas Pulau Flores adalah salah satu prioritas pembangunan nasional.

Tujuannya adalah membangun pertumbuhan ekonomi dan pemerataan hasil pembangunan. Nantinya jalur Flores Utara akan menjadi jalur logistik utama yang menghubungkan sentra produksi pertanian pada Kawasan Pertanian Terang seluas 2000 Ha dengan pelabuhan Bari yang menggantikan pelabuhan Labuan Bajo yang akan digunakan menjadi pelabuhan pariwisata.

Potensi Sumber Daya Alam

Selain sumber daya pangan dan usahanya, Pulau Flores juga  memiliki sumber daya alam terbarukan yang akan menggantikan pembangkit listrik tenaga diesel. Harta karun energi ini berupa geothermal Indonesia yang cukup besar yang mencapai kurang lebih 29000 MW, dan sekitar 800 MW berada di Pulau Flores.

Pulau Flores secara resmi telah ditetapkan sebagai pulau panas bumi sesuai ketetapan Mantan Menteri Esdm Ignasius Jonan pada tahun 2017. Tujuannya adalah mengoptimalisasi penggunaan enegri panas bumi di Pulau Flores baik sebagai energi listrik maupun non listrik.

Kedepannya pemerintah akan berfokus menggunakan geothermal fund untuk proses eksplorasi lebih detail penggunaan panas bumi. Pemerintah menargetkan pada tahun 2025 Pulau Flores akan menjadi pemusatan kebutuhan listrik dasar panas bumi (baseload) utama. ( Red Kopiflor.id)

Sumber:
nttprov.go.id
cnbcindonesia.com
binamarga.pu.go.id
Ebtke.esdm.go.id
wikipedia