by

Bupati Nagekeo Tinjau Program Inovasi RT di Kelurahan Danga

Selasa,23 Maret 2021

Bupati Nagekeo dr. Johanes Don Bosco Do meninjau program inovasi di RT 12, Kelurahan Danga, Kecamatan Aesesa

“Kami di Kelurahan Danga sudah lakukan itu (revitalisasi) dan sudah ada program inovasi masyarakat. Di beberapa RT sini sedang jalan inovasi-inovasi itu,”kata Lurah Yohanes.

Kopiflor.id,Nagekeo – Bupati Nagekeo dr. Johanes Don Bosco Do meninjau program inovasi di RT 12, Kelurahan Danga, Kecamatan Aesesa, Selasa (23/03/2021) pagi. Tinjauan Bupati menyusul setelah pemerintah setempat melakukan revitalisasi para RT, beberapa waktu lalu.

Anggota DPRD Thomas Mega Maso juga turut meninjau inovasi hortikultural dan ternak unggas di wilayah itu. Adapun kunjungan berselang di hari yang sama dari Dinas Pertanian, Dinas Pariwisata, Lurah Towak dan beberapa RT serta para guru dan siswa Jurusan Pertanian SMK Negeri 1 Aesesa.

Lurah Danga Yohanes Lado serta sejumlah pegawai Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) setempat nampak melayani para tamu itu. Sesekali mereka berdiskusi mengenai inovasi hortikultural yang dibikin dengan sistem aqua ponik.

“Ini yang kita dorong satu RT satu inovasi. Kita sedang berupaya memperbaiki gizi anak-anak dan menurunkan angka stunting di Kelurahan Danga,”ujar Yohanes.

Berdasarkan data pihak kelurahan, jumlah angka stunting di wilayah itu sedianya terdapat 40 kasus. Pemerintah setempat sedang menekan agar kasus stunting menurun, apalagi di masa sulit seperti ini.

Kerja keras pemerintah tingkat bawah (RT) dengan mencitpakan inovasi untuk memperbaiki kesehatan masyarakat serta memulihkan ekonomi keluarga dalam situasi Covid-19 menjadi target Pemerintah Kabupaten Nagekeo.

Bupati Don, diwawancari Ekora NTT belum lama ini, mengingatkan pemerintah kelurahan dan desa bahwa proses revitalisasi perangkat pemerintah (RT) sangat diperlukan. Hal ini untuk kepentingan bersama dalam meningkatkan ekonomi dan memperbaiki kesehatan ditengah wabah merebak.

“Kami di Kelurahan Danga sudah lakukan itu (revitalisasi) dan sudah ada program inovasi masyarakat. Di beberapa RT sini sedang jalan inovasi-inovasi itu,”kata Lurah Yohanes.

Sementara, Selvia Vivi Nay, pegawai PPL setempat menyebutkan ada 42 RT yang dibawah dampingan ia dan 6 (enam) PPL lainnya. Dari jumlah itu, 3 (tiga) RT berada di wilayah lahan basah dan 39 RT di wilayah lahan kering.

“Jadi di beberapa RT lahan kering masyarakat kembangkan berbagai kegiatan. Misalnya di RT 01 ada tanaman sayur daun dan tanaman sayur buah dan itu dikelola ibu-ibu lansia. Kemudian ada juga RT 20 mengelola tanaman toga dan RT sini juga tanaman horti,”tutur Selvia.

Adapun wilayah RT yang khusus mengelola pupuk bokasi seperti limbah rumah tangga dan kotoran hewan. Selvia menyatakan, pupuk itu akan dibagikan ke wilayah lain untuk membantu sistem pemupukan.

Kolaborasi itulah terus didampingi dan dipantau pemerintah setempat dan petugas pertanian.

“Jadi, tadi pagi itu Pak Bupati turun langsung meninjau lokasi di RT 12 ini. Disini kita dampingi petani dengan sistem aqua ponik, kita pakai botol-botol bekas untuk memanfaatkan pekarangan rumah menanam sayur dan buah,”katanya.(MX) Diteruskan dari Media Ekorantt.com,penulis : Ian Bala

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed