by

SECANGKIR KOPI FLORES UNTUK PEJUANG KOPIFLOR

By: Sobe Rengka Melkior

Sobe Rengka Melkior

Tuhan sendiri sudah berhenti menciptakan Alam Semesta,bahkan menciptakan manusia tidak lagi, manusia itu sendiri yang akan menciptakan manusia baru. Pasti manusia selalu bertambah dari waktu ke waktu. Lantas apa yang Manusia lakukan?

Secuil kata inspiratif ekonomi manusia ini diutarakan oleh Bapak Belasius dari Nagekeo yang kini bermukim di Tangsel provinsi Banten,ketika memberikan satu ide briliannya saat Zoom Meeting tentang Grand Design KOPIFLOR.

Fokus yang menjadi target pembicaraan beliau merujuk pada pembangunan SUMBER DAYA MANUSIA. SDM menjadi dasar dan tolak ukur dalam mendukung tercapainya KOPIFLOR yang sejahtera.

Menjadi diri sendiri adalah sesuatu yang sangat urgen di tengah era millenial mendatang. Kekhasan ini menarik mata dunia untuk mengenal lebih dalam tentang KOPIFLOR. Eksistensi KOPIFLOR nantinya akan dikenal ketika Ia mampu menegaskan dan menunjukkan kekhasannya.

“Setiap orang mempunyai sudut pandang masing-masing, maka kita harus bisa menyamakan ide ide itu”, demikian ungkapan bapak Anton Lowa seorang teknisi ketika bernarasikan tentang Mbay Nagekeo dari ilmu geologi.

Tanah menjadi asal manusia dan material terakhir. Maka secara fundamental kita harus menghargai KOPIFLOR sebagai alasan dasar untuk kita berjuang.

Merujuk pada UU nomor 32 tahun 2004 dan UU nomor 23 tahun 2014 menjadi Pekerjaan Rumah bagi KOPIFLOR dan tentunya Pemerintah Daerah Nagekeo.

Hal ini tentunya menjadi grand project atau Grand planning semua pihak agar KOPIFLOR ini terbentuk dan bekerjasama dengan semua pihak sangat dibutuhkan agar cita-cita KOPIFLOR terwujud.

KOPIFLOR tidak hanya sebagai sebuah nama tetapi sebuah komunitas yang bergerak dan berjuang agar rasa itu dinikmati. Bagi masyarakat luar tentu mau menikmati enaknya kopi Flores. Maka kecapaian kopi itu dirasakan dalam situasi yang freedom, bebas.

KOPIFLOR NAGEKEO MBAY, siapkan diri untuk menjadi besar. Seuntaian kata untuk Ibu Kota KOPIFLOR sekaligus menggugat eksistensinya agar seharusnya mulai eksis dari sekarang.

MBAY unik dan memiliki historis value yang berskala internasional. Keunikan ini juga dimiliki oleh beberapa daerah lainnya di Flores. Harapannya bahwa kalau MBAY dipilih sebagai yang terunik dari beberapa yang unik, maka tunjukanlah.

Mengutip ide Frans Mado, KOPIFLOR harus bisa memiliki prinsip BHINNEKA TUNGGAL IKA. Ini merupakan warna NKRI yang mesti ditunjukkan kepada dunia.

Namun, hal ini akan terwujud ketika semua pihak bisa bekerja sama untuk menyukseskan perjuangan Pembentukan provinsi Kepulauan Flores yang kita dambakan bersama ini.

KOPIFLOR tidak akan pernah selesai dituliskan dan tak pernah mati untuk dibicarakan bahkan tak lekang oleh waktu untuk dikisahkan.

Semoga perjuangan sahabat sahabat, pribadi, lembaga, pemerintah, swasta dan pencinta KOPIFLOR bukan hanya rasionalitas public yang dibicarakan tetapi menjadi rasionalitas action yang diwujudkan dengan lahirnya KOPIFLOR UNTUK KITA SEMUA MASYARAKAT KEPULAUAN FLORES.(MX) Penulis : Sobe Rengka Melkior

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed