by

Yusril: Sulit Wujudkan Jabatan Presiden 3 Periode, Ada Trauma Masa Lalu

Senin, 15 Maret, 2021 12: 58 Wib

Yusril Ihza Mahendra

Kopiflor.id,Jakarta-Pakar hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra menilai sulit untuk mewujudkan wacana presiden 3 periode. Menurut Yusril, ada berbagai faktor yang harus diperhatikan.

Salah satunya terkait trauma masa lalu masyarakat Indonesia. Sebelum Reformasi, Indonesia dipimpin puluhan tahun oleh presiden yang sama.

“Di zaman sekarang nampaknya akan sulit untuk menciptakan konvensi semacam itu, mengingat banyak faktor, trauma langgengnya kekuasaan di tangan 1 orang dan derasnya suara oposisi, baik di dalam badan-badan perwakilan maupun di luarnya,” ujar Yusril saat dihubungi, Senin (15/3).

Tak hanya trauma, Yusri menilai peran media dan kebebasan berpendapat juga menjadi salah satu pengaruh. Sejauh ini, penolakan terhadap wacana itu terus didengungkan publik.

“Apalagi di zaman kebebasan berekspresi dan kebebasan media sekarang ini, penolakan masa jabatan Presiden menjadi tiga periode berdasarkan konvensi akan menghadapi tantangan yang cukup berat,” ucap Yusril.

Yusri menyarankan, jika dianggap cacat dalam pembahasan dan penyusunannya, langkah konstitusional lewat Mahkamah Konstitusi dapat ditempuh.

“Jangan dilupakan juga, sekarang ada Mahkamah Konstitusi yang melalui proses uji materil, bisa menilai apakah tindakan penyelenggara negara konstitusional atau tidak. Orang bisa mempersoalkan masa jabatan periode ketiga dengan cara konvensi tersebut di Mahkamah Konstitusi,” ungkap Yusril.

“Lain halnya jika terjadi amandemen oleh MPR atas norma Pasal 7 UUD 45, maka Mahkamah Konstitusi tidak bisa berbuat apa-apa,” lanjut dia.

Wacana masa jabatan presiden menjadi 3 periode sebelumnya sempat mengemuka saat upaya amandemen UUD 1945 bergulir. Apalagi dalam wacana tersebut, muncul juga usulan yang menuai pro dan kontra lainnya, yaitu pemilihan presiden oleh MPR.

Namun, wacana ini sudah dikomentari Presiden Joko Widodo. Ia menegaskan menolak usulan yang masuk dalam rangkaian amandemen UUD 1945 itu.

“Ada yang ngomong presiden dipilih tiga periode. Itu ada tiga (maknanya) menurut saya. Satu ingin menampar muka saya,” kata Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (2/12).

“Yang kedua ingin cari muka, padahal saya sudah punya muka, yang ketiga ingin menjerumuskan,” lanjut Jokowi.(Mx)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed