by

Jokowi Minta Vaksin Nusantara Ikuti Kaidah Saintifik

Jumat, 12 Maret, 2021 18: 07 Wib

Presiden Jokowi dan Terawan Agus Putranto saat masih menjabat menteri kesehatan

Kopiflor.id,Jakarta-Presiden Joko Widodo berkomentar soal Vaksin Nusantara yang diinisiasi mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto. Vaksin Covid-19 buatan dalam negeri ini sebelumnya memicu polemik terkait kajian saintifik.

Jokowi mengatakan Indonesia berupaya menciptakan vaksin dan obat Covid-19 sendiri. Namun, ia mengingatkan agar upaya-upaya itu tetap mengikuti kaidah ilmiah.

“Untuk menghasilkan produk obat dan vaksin yang aman, berkhasiat, dan bermutu, mereka juga harus mengikuti kaidah-kaidah saintifik,” kata Jokowi dalam pidato yang disiarkan kanal Youtube Sekretariat Presiden, Jumat (12/3).

Jokowi mengimbau kaidah-kaidah keilmuan dan uji klinis harus dilakukan sesuai prosedur yang berlaku. Ia juga meminta proses itu digelar secara terbuka, transparan, dan melibatkan para ahli.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menilai penting semua persyaratan tersebut, sebab publik butuh bukti bahwa vaksin buatan dalam negeri dibuat secara hati-hati dan ilmiah.

“Sehingga vaksin yang dihasilkan aman dan efektif penggunaannya,” ujarnya.

Sebelumnya, Vaksin Nusantara jadi polemik usai dibawa dalam rapat DPR RI. Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Lukito menyatakan vaksin itu tidak memenuhi kaidah klinis.

Penny juga menyoroti Vaksin Nusantara tak lewati uji praklinis kepada hewan. Karena itu, BPOM belum berani memberi izin untuk memulai uji klinis ke manusia.

“Pemenuhan kaidah good clinical practicejuga tidak dilaksanakan dalam penelitian ini. Komite etik dari RSPAD, tapi pelaksanaan penelitian ada di RS dr. Kariadi,” ungkap Penny dalam Rapat Kerja bersama Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (10/3).

Usai pernyataan itu, sejumlah anggota dewan mencecar BPOM dan Kementerian Kesehatan yang hadir dalam rapat. Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PDIP Rahmad Handoyo menuding BPOM tak independen karena menghambat proses Vaksin Nusantara.

Di rapat yang sama, anggota Komisi IX DPR Saleh Partaonan Daulay menyerukan untuk membuang vaksin dari luar negeri. Ia beralasan BPOM pilih kasih dalam menguji Vaksin Nusantara.

“Saya minta, setiap vaksin yang datang ke RI ini protokolnya dibuat sama. Tolong itu AstraZeneca jangan pakai dulu, kalau perlu buang saja itu lalu pulangkan, walaupun itu vaksin gratis. Karena protokolnya tidak sama dengan kemarin Sinovac itu,” kata Saleh.(Mx)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed