by

47 Orang Positif Covid-19 dari Klaster Senam Tasikmalaya

umat, 12 Maret, 2021 09: 23Wib

Sebanyak 47 orang terpapar virus corona dari klaster senam di Tasikmalaya, Jawa Barat.

Kopiflor,id,Tasikmalaya-Sebanyak 47 orang terkonfirmasi positif virus corona (Covid-19) di Kecamatan Puspahiang, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Mereka terpapar dari kluster klub senam yang sebelumnya sudah ditemukan di wilayah tersebut.

“Itu (kasus positif) hasil penelusuran anggota klub senam dan keluarganya, yang diusap sudah banyak,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk Kabupaten Tasikmalaya Atang Sumardi, Kamis (11/3).

Atang menyatakan temuan puluhan orang positif Covid-19 itu berdasarkan hasil penelusuran dan pemeriksaan kesehatan dengan melakukan tes swab setelah ada anggota klub senam terpapar virus corona.

Menurut Atang, awalnya hanya beberapa orang yang positif Covid-19. Kemudian bertambah menjadi 21 orang hingga akhirnya sekarang tercatat mencapai 47 orang. Ia memperkirakan ada tambahan kasus baru karena beberapa warga sedang dilakukan tes swab.

“Jadi 47 orang yang positif. Itu baru sebagian, mungkin ada penambahan. Jadi mungkin saja nantinya bakal ada penambahan,” katanya.

Atang mengatakan seluruh warga yang dinyatakan positif Covid-19 diisolasi di Wisma Haji, Kecamatan Singaparna. Sejauh ini ada tiga orang yang diizinkan pulang karena sudah melewati masa isolasi.

“Semua dibawa ke Wisma Haji, tapi setelah dilakukan skrining awal, tiga orang dipulangkan karena sudah melewati masa isolasi, jadi sekarang yang di Wisma Haji 44 orang,” ujarnya.

Lebih lanjut, Atang mengungkapkan munculnya klaster senam itu bermula ketika sebuah klub senam berwisata ke Gunung Papandayan, Kabupaten Garut pada 14 Februari 2021. Mereka juga bertemu dengan klub senam lainnya dari Garut dan Bandung.

Usai pulang dari Garut ada seorang anggota klub senam sakit dengan gejala batuk pilek. Anggota klub senam tersebut kemudian diperiksa dan dinyatakan positif Covid-19.

“Baru ketahuan setelah pulang dari Garut, sekarang ada yang bergejala ringan, mayoritas OTG (orang tanpa gejala),” katanya.(Mx)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed