by

Erick Thohir Tunjuk 7 BUMN Jadi Motor Penggerak Sektor Pariwisata

Kamis, 11 Maret, 2021 06: 42 Wib

Menteri BUMN Erick Thohir mengunjungi patung dan relief bersejarah di Gedung Sarinah

Kopiflor.id, Jakarta – Kementerian BUMN mengkolaborasikan tujuh BUMN guna membangkitkan kembali sektor pariwisata di Indonesia. Kolaborasi tersebut ditandai melalui penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) tentang Kolaborasi Program Strategis BUMN Ekosistem Pariwisata.

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan kolaborasi yang dilakukan tujuh BUMN ini merupakan inisiatif yang baik sesuai Key Performance Indicators (KPI) yang diberikan kepada para direksi dan komisaris BUMN tersebut.

“Salah satu fungsi BUMN adalah sebagai agent of development sehingga memiliki peranan penting di dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN),” kata Erick Thohir, di Jakarta, Rabu (10/3/2021).

Lanjut Erick, tujuh BUMN ini berkolaborasi untuk menjadi motor penggerak agar sektor pariwisata kembali meningkat dan memberikan dampak positif bagi pelaku usaha lainnya.

Adapun BUMN yang menandatangani MoU, yaitu PT Angkasa Pura I (Persero) sebagai operator bandara, PT Angkasa Pura II (Persero) sebagai operator bandara, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk sebagai operator maskapai Garuda Indonesia dan Citilink Indonesia, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau ITDC sebagai pengembang dan pengelola kawasan pariwisata.

Lalu, PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko (Persero) selaku pengelola Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko, PT Hotel Indonesia Indonesia Natour (Persero) yang merupakan travel management dan operator jaringan hotel, serta PT Sarinah (Persero) yang memiliki bidang usaha ritel, properti, ekspor, impor dan distribusi.

Menurutnya, melalui penandatanganan MoU ini, ketujuh BUMN tersebut akan lebih intensif menindaklanjuti MOU ini dengan quick win program terkait promosi bersama, cross selling, bundling strategy dan pembuatan produk-produk terkait pariwisata sesuai new normal.

Di sisi lain, para pihak juga akan mengkaji kemungkinan pemanfaatan sumber daya perusahaan termasuk anak perusahaan atau perusahaan terafiliasi untuk mendukung berjalannya program strategis ini.

“Saya meminta agar sinergitas ini dapat dijalankan secara konsisten dan bukan hanya lip service, tidak hanya seremonial saja tetapi harus menjadi sesuatu yang konkrit. Kami harap kontribusi yang kita lakukan kepada negara dapat lebih optimal dan memberikan manfaat bagi dunia usaha dalam menghadapi tantangan akibat pandemi,” ungkapnya.

Selain itu, tujuh BUMN di sektor Pariwisata dan Pendukung ini juga menandatangani MoU dengan Himpunan Bank Negara (BRI, Mandiri, BNI, BTN) dan PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk.

Direktur Tim Project Management Office (PMO) Holding BUMN Pariwisata dan Pendukung Edwin Hidayat mengatakan, MoU antara tujuh BUMN dengan Himbara dan Telkom ini bertujuan menghadirkan suatu produk untuk peningkatan trafik ke destinasi wisata.

“Selain itu, MoU ini juga bertujuan untuk menghadirkan loyalty program, melakukan promosi secara optimal, dan menjalankan program CSR antara lain bagi UMKM yang merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia. Tak hanya itu, Penggunaan platform digital juga akan dilakukan untuk meningkatkan kembali minat wisata,” pungkas Edwin.(Mx)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed